nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Kondom, Ini Penyebab Lain Alergi Sehabis Bercinta

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 05:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 09 485 2139492 selain-kondom-ini-penyebab-lain-alergi-sehabis-bercinta-Egr2EeNIsX.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BERHUBUNGAN seks adalah salah satu kegiatan yang kerap dilakukan pasangan, selain karena menyenangkan berhubungan seks juga menambah kedekatan pasangan.

Tapi, ada hal-hal yang malah bisa membuat bercinta menjadi menyebalkan. Salah satunya adalah timbul gatal dan ruam akibat alergi terhadap hubungan suami istri. Kondisi ini biasanya lebih sering dialami wanita.

Ada beberapa penyebab terjadinya alergi terhadap hubungan suami istri. Melansir The Health Site, Jumat (6/12/2019), inilah penyebab dan cara mengatasi alergi bercinta :

Alergi cairan mani

Air mani yang keluar saat pria ejakulasi dapat membuat Miss V terasa gatal, sensasi terbakar, atau bahkan urtikaria, asma, serta anafilaksis. Salah satu kemungkinan terjadinya kondisi ini karena air mani mengandung protein yang sensitif bagi Miss V.

Dokter perlu melakukan diagnosis menggunakan sampel air mani dan kulit Miss V wanita. Cara mengatasi yang bisa dilakukan adalah menggunakan kondom atau bercinta secara teratur agar kulit terbiasa maupun pengobatan lain.

menggunakan kondom atau bercinta secara teratur agar kulit terbiasa maupun pengobatan lain.

Alergi lateks

Lateks adalah sejenis karet yang digunakan pada kondom dan kadang mainan seksual. Alergi dari bahan ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. Gejala yang mungkin terjadi gatal, terbakar, dan ruam lokal yang terjadi beberapa menit setelah aktivitas seksual dilakukan.

Proses diagnosisnya dapat mencakup tes darah dan kulit untuk melihat reaksi antibodi IgE terhadap lateks. Untuk mengatasinya tentu saja menghindari benda-benda yang mengandung lateks.

Sindrom Penyakit Pasca-Orgasme (POIS)

Sindrom penyakit pasca-orgasmik (POIS) atau sindrom penyakit pasca-ejakulasi adalah kondisi yang sangat jarang terjadi. Kondisi ini menyebabkan reaksi alergi segera setelah ejakulasi. Meskipun penyebab dan prevalensinya masih belum begitu jelas, penelitian menunjukkan beberapa protein dalam semen dapat menjadi pemicunya.

Gejalanya dari kondisi ini meliputi flu, lemah, demam, lelah, dan mudah marah. Gejala lain seperti gatal-gatal, bengkak, dada terasa sesak, mengi, pusing, diare, dan kehilangan kesadaran juga bisa terjadi. Untuk mengatasi ini tentunya diperlukan pengobatan medis lebih lanjut sehingga membutuhkan bantuan dokter.

diperlukan pengobatan medis lebih lanjut sehingga membutuhkan bantuan dokter.

Pelumas

Terkadan dalam bercinta pelumas digunakan sebagai alat bantu. Hanya saja pelumas mengandung sejumlah bahan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Sebut saja benzocaine, lidocaine, L-Arginine, nitrousamines, atau nonoxyl-9.

Selain itu, kandungan gliserin juga bisa menyebabkan reaksi alergi karena dapat bereaksi dengan kadar gula darah dalam tubuh yang selanjutnya menyebabkan infeksi jamur. Cara untuk mengatasi kondisi ini adalah berhenti menggunakan pelumas.

Rinitis ganas

Reaksi alergi saat bercinta karena rinitis biasanya datang dengan gejala lain seperti hidung tersumbat, pilek, dan bersin. Stimulasi saraf parasimpatis atau pelebaran pembuluh darah di saluran hidung dapat memicu terjadinya ruam atau gatal.

Gunakanlah semprotan ipratropium bromide untuk hidung satu jam sebelum bercinta agar tidak menimbulkan reaksi alergi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini