nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Filler Bibir Keriting Viral di Media Sosial, Aneh atau Unik?

Ummu Hani, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 19:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 09 611 2139778 tren-filler-bibir-keriting-viral-di-media-sosial-aneh-atau-unik-aRbtQ8TYWZ.jpg Tren bibir keriting (Foto: Instagram)

TREN dalam dunia kecantikan alis bergelombang atau keriting pernah viral pada 2017. Banyak beauty influencer yang mencoba teknik membuat alis seperti ini. Namun ternyata tidak hanya alis, ada tren baru dalam dunia kecantikan yang viral di media sosial, yakni filler bibir keriting.

Untuk mendapatkan bentuk bibir yang indah, banyak wanita yang melakukan prosedur filler. Prosedur ini sudah ada sejak lama dan semakin menjadi viral di media sosial karena banyaknya beauty influencer yang melakukannya dan membagikan ceritanya pada akun Youtube mereka dalam bentuk vlog. Namun kini tren tersebut berkembang tetapi dengan bentuk yang tidak biasa.

Dilansir dari dazeddigital tren kecantikan tersebut dikenal dengan ‘bibir setan’ dan ‘bibir gurita’. Tren ini pertama kali dipopulerkan oleh pakar bedah plastik, Emelian Braude, dari Rusia.

Tren bibir keriting

Prosedur ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan khusus pada bibir. Setelah diinjeksikan kemudian dibentuk keriting alias bergelombang.

Di Instagram, Anda dapat dengan mudah menemukan banyak wanita yang melakukan prosedur ini. Berbagai reaksipun ditunjukkan oleh sebagian orang. Ada yang menilai aneh sampai menilai tren ini seperti bentuk penyakit herpes yang eksotis.

 Tren bibir keriting

Sejak tren ini viral, sebagian orang yang mengikuti tren ini tetapi tidak dengan prosedur lips filler, melainkan dengan bantuan alat make up dan dengan aplikasi edit foto yaitu Photoshop.

"Anda tidak bisa mengubah bentuk anatomi bibir seperti ini. Anda bisa membentuk kontur bibir dengan menyuntikkannya di garis bibir, tapi 'bibir setan' ini tidak natural," ujar pakar kecantikan, Dr Krystyna.

Ia juga menambahkan, filler yang disuntikkan secara tidak tepat bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah bahkan sampai menyebabkan kematian. Sebab itu jika ingin mengikuti tren ini, harus hati-hati supaya tidak sampai mengalami risiko yang berbahaya.

Jika mengikuti tren ini hanya untuk kebutuhan konten, alangkah lebih baik jika hanya menggunakan bantuan alat make up atau aplikasi edit foto. Hal tersebut akan lebih aman dan tidak berisiko pada kesehatan maupun efek samping lainnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini