nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asal Mula Ikan Oarfish yang Muncul di Kabupaten Selayar Dikaitkan dengan Bencana

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 20:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 09 612 2139922 asal-mula-ikan-oarfish-yang-muncul-di-kabupaten-selayar-dikaitkan-dengan-bencana-GHLxxATdLJ.jpg Ilustrasi Oarfish (Foto: Ist.)

Ikan oarfish tengah menjadi perbincangan karena kemunculannya di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Informasi yang diunggah oleh akun Instagram @makasar_info menjadi pembicaraan lantaran ikan tersebut sering dikaitkan dengan bencana gempa bumi.

Konon, apabila ikan berbentuk pipih panjang yang memiliki sisik warna-warni ini muncul ke permukaan, maka tak lama akan terjadi bencana. Hubungan antara ikan oarfish dengan gempa bumi berawal dari legenda yang bergulir di Jepang.

Melansir Forbes, Senin (9/12/2019), masyarakat di Negeri Sakura percaya jika ada ikan lele raksasa yang dikenal dengan nama Namazu yang bersembunyi di suatu tempat terdalam di bawah daratan Jepang. Apabila ikan tersebut menggoyangkan ekornya, maka akan terjadi gempa bumi. Perawakan ikan tersebut dikatakan mirip dengan ikan oarfish.

 Ikan raksasa

Selain itu, Namazu dianggap sebagai makhluk mitologi yang dalam cerita rakyat dikatakan dapat menyebabkan kemalangan dan bencana. Pada periode Tokugawa (1603-1868), Namazu dipercaya sebagai dewa sungai yang terkait dengan banjir atau hujan lebat. Ikan tersebut sering memberi peringatan kepada orang-orang akan ada bencana dengan kemunculannya.

Beberapa peneliti percaya bahwa mitos Namazu didasarkan pada perilaku ikan yang tidak biasa sebelum gempa bumi. Sebab ikan tersebut akan muncul di permukaan padahal ikan berada di laut dalam.

Inilah yang kemudian menjelaskan alasan di balik kepercayaan masyarakat Jepang bahwa beberapa hewan terutama ikan dianggap sebagai pertanda bencana.

Ikan oarfish merupakan ikan yang hidup pada kedalaman lebih dari 198-1.000 meter. Ikan ini masuk kategori ikan bertulang terpanjang di dunia. Panjangnya bisa mencapai lebih dari 11 meter. Meskipun sering dikaitkan dengan bencana, namun tidak ada penjelasan ilmiah yang menyatakan ikan oarfish merupakan pertanda.

Menurut ahli biologi, ada berbagai penjelasan mengenai kemunculan ikan oarfish di permukaan walaupun hidup di laut dalam. Pertama, ikan oarfish bukan perenang terhebat.

Arus musiman dapat mendorong ikan ke permukaan. Ikan akan berusaha untuk tetap berada di tempatnya, namun ketidakmampuan melawan arus membuat ikan tersebut kelelahan dan pada akhirnya mati.

Selanjutnya, penjelasan lain tentang kemunculan berulang ikan oarfish di permukaan adalah fase suhu permukaan laut yang tidak normal. Penelitian yang dipublikasikan pada 2018 menunjukkan korelasi antara kemunculan ikan oarfish dengan tahun-tahun terjadinya El Nino.

Selama El Nino, suhu di permukaan beberapa derajat lebih tinggi dibanding rata-rata suhu di kedalaman. Hal ini memengaruhi ikan oarfish yang memakan ikan kecil dan plankton yang berada di suhu air lebih tinggi.

Namun yang pasti, tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara perilaku hewan dengan aktivitas seismik. Selain itu, tidak selalu kemunculan ikan oarfish ke permukaan menjadi pertanda bencana. Kecuali ketika selusin oarfish muncul di garis pantai Jepang satu tahun sebelum gempa Fukushima terjadi di tahun 2011 dan tsunami di tahun berikutnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini