nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tantangan Desainer Indonesia Mengenalkan Busana Syari di Eropa

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 13:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 10 194 2140147 tantangan-desainer-indonesia-mengenalkan-busana-syari-di-eropa-QBUv0K9hXY.jpg Ilustrasi hijab (Foto: Shutterstock)

Busana syari dan modest fashion kian digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Perkembangan pakaian bernuansa Islami ini bahkan terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya.

Bagaimana tidak, kehadiran busana syari bagaikan angin segar bagi para perempuan Muslim. Mereka tidak lagi mengenakan busana syari untuk acara keagamaan, tetap juga di berbagai kesempatan seperti pesta pernikahanan, atau acara kasual lainnya.

Menariknya, mengenalkan busana syari di kancah internasional, khususnya di negara yang penduduknya bukan mayoritas Muslim ternyata memiliki tantangan tersendiri. Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh Founder Jawhara Fashion, Cynthia Mahendra, saat memperkenalkan busana syari ke benua Eropa.

 Busana Syari

Cynthia tidak memungkiri masih banyak tantangan dan kendala yang ia hadapi dalam mempromosikan busana syari, terutama mengubah mindset konsumen.



"Ada orang yang open minded yang menerima busana kita itu dengan hal positif, ada juga yang melihat kita mungkin dianggap kita adalah golongan-golongan tertentu mungkin dianggap sebagai teroris juga sering saya mendapatkan perilaku seperti itu," tutur Cynthia, saat ditemui pada konferensi pers, Jawhara syari Goes to Amsterdam Modest Fashion Week, di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin 9 Desember 2019.

 Ilustrasi busana Syari

Namun Cynthia tidak memungkiri, seiring berjalannya waktu, sekarang mulai banyak masyarakat Eropa yang mulai menerima busana syari sebagai fashion sehari-hari.

Begitu pula dengan masyarakat Indonesia. Saat ini busana syari menjadi salah satu busana favorit mereka dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

"Jadi bukan sesuatu hal baru lagi, mulai sedikit demi sedikit diterima dan mereka tahu ini adalah baju muslim yang seperti layaknya baju muslim kita biasa," kata Chyntia.

Cynthia menambahkan, ada beberapa alasan yang membuat masyarakat Muslim Eropa mulai tertarik menggunakan busana syari. Salah satunya, busana syari dianggap memiliki desain yang unik dan berbeda.

Oleh karena itu, pada gelaran Amsterdam Modest Fashion Week’ mendatang, Cynthia akan menampilkan 10 koleksi terbaru dengan tema ‘Once Upon A Time'.

"Konsep ala negeri dongeng ini terinspirasi oleh ’landscape’ dan arsitektur bangunan di negara-negara Eropa yang sering kali muncul sebagai latar di dalam cerita-cerita dongeng," ungkapnya.

Koleksinya ini didominasi motif bunga-bunga sebagai daya tarik yang sejalan dengan ciri khas dan gaya dari negara-negara di Eropa, salah satunya di negara kincir angin, Belanda. Seperti diketahui, Belanda memang memiliki berbagai jenis bunga yang menjadi ikonik Iayaknya Royal Garden.

"Saya harapkan gelaran ini mampu membuka mata dunia bahwa pakaian syari layak diperhitungkan menjadi pakaian yang nyaman untuk dipakai dalam keseharian," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini