nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Toko Kue di Depok Larang Tulisan Happy Birthday, Netizen: Boikot!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 17:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 10 298 2140292 viral-toko-kue-di-depok-larang-tulisan-happy-birthday-netizen-boikot-EXbFLFLYCh.jpg Ilustrasi (Foto: Costco)

Setelah kasus rasisme yang dilakukan oleh toko roti Tous les Jours mengguncang jagat maya, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan oleh kebijakan kontroversial yang diterapkan salah satu toko roti di Depok, Jawa Barat.

Bila sebelumnya, Tous les Jours melarang pengunjung menuliskan ucapan selamat Natal pada kue yang mereka pesan, toko roti Global Cake & Bakery Depok justru melarang pengunjung memesan kue bertuliskan 'Happy Birthday'.

Kasus ini pertama kali dibagikan oleh seorang netizen bernama Widiastri Chandra Dewi ke dalam akun Facebook pribadinya. Kejadian bermula pada Sabtu 7 Desember 2019 lalu.

 Toko kue

Kala itu, Widiastri hendak membeli kue ulang tahun untuk salah satu kerabat dekatnya. Ia kemudian menjatuhkan pilihan pada toko roti Global Cake & Bakery yang berlokasi di Jl. Kejayaan, Depok.

Setelah mendapat kue yang dirasa pas dan hendak membayarnya di kasir, Widiastri justru mendapati perlakuan yang tidak menyenangkan. Salah satu pegawai toko tiba-tiba melontarkan sebuah pertanyaan yang membuatnya geram.

"Mau pakai tulisan bu? Ulang Tahun atau apa? (ada 2 mbak & 1 mas yang layanin di kasir)," tanya pegawai tersebut.

Widiastri membenarkan bahwa ia memang ingin menuliskan ucapan selamat ulang tahun pada kue pesanannya. Mendengar jawaban tersebut, si pegawai kembali mengajukan sebuah penawaran.

 Toko kue

"Kami disini bisa tuliskan dengan pilihan "Selamat Hari Lahir, Happy Bornday & Barrakallah fii umrik"," katanya.

Merasa ada yang kurang, Widiastri menanyakan kepada pegawai toko itu, apakah mereka bisa menuliskan ucapan 'Happy Birthday'. Tak disangka-sangka, pihak toko langsung menolak mentah-mentah permintaannya itu.

Hal ini semakin membuat Widiastri penasaran. Ia mencoba mengonfirmasi ulang perbedaan kata 'Bornday' dan ' Birthday' yang menurutnya memiliki arti yang sama.

Tapi tetap saja sang pegawai menolak memberikan penjelasan lebih lanjut. Pasalnya kebijakan itu telah sesuai dengan titah manajemen toko.

"Maaf bu, dari management kami seperti itu," ujar si pegawai.

Merasa tersinggung, Widiastri kemudian mengungkit kasus Tous les Jours yang sempat viral di media sosial, beberapa waktu lalu. Namun pegawai Global Cake & Bakery itu tetap bersikeras menjunjung tinggi kebijakan yang dirancang oleh manajemen toko mereka. Alhasil, ia memutuskan untuk membatalkan pesanannya.

 

"Sorry ya, kalau kalian punya prinsip, gue juga punya, gue ga pernah mau beli dagangan orang sentimen SARA..!!," ujar Widiastri menutup cerita.

Unggahan tersebut sontak menarik perhatian para netizen yang menyayangkan mengapa kejadian seperti itu bisa terjadi. Tak sedikit pula yang melayangkan kritikan tajam kepada pihak manajemen Global Cake & Bakery.

"Birth kan present, born kan past. Berarti cuma boleh rayain hari dan tahun lahirnya. Berarti ga usah nambah umur sekalian," tulis akun Nathania Evelyn Thio.

"Nama tokonya global. Prinsipnya kayak katak di bawah tempurung. Wakakaak," tulis akun Elizabeth Sutini.

"Boikot toko terindikasi SARA," tulis akun Choiri Alexander.

"Aq mo pesen selamat hari burung aja," tulis akun Via Viya.

Hasil penelusuran Okezone, Global Cake & Bakery rupanya sudah beroperasi sejak tahun 2010 silam, dan telah mengantongi sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 01201087310513. Toko ini juga telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM) No. 2063216010376 - 18.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini