nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Cuma Obesitas, Ini 5 Dampak Buruk Makan Cepat

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 10:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 10 481 2140049 bukan-cuma-obesitas-ini-5-dampak-buruk-makan-cepat-4UH7yUYZ54.jpeg Kebiasaan makan terlalu cepat (Foto: VT)

KEBIASAAN makan setiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa memakan berbagai jenis makanan, tapi ada juga yang pemilih. Selain itu, ada yang makan dengan lambat, namun di sisi lain ada yang sanggup menghabiskan makanan dalam waktu singkat alias makan cepat.

Beberapa orang yang mampu menghabiskan makanan dalam sekejap biasanya memiliki kebanggaan tersendiri. Padahal makan cepat bisa membawa sejumlah masalah kesehatan. Apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini sepeti yang Okezone rangkum dari Pink Villa.

Ilustrasi makan

Makan berlebihan

Saat makan terlalu cepat, seseorang cenderung tidak memerhatikan porsi yang ia konsumsi. Ketika makanan sudah habis sedangkan dirinya merasa lapar, maka tak menutup kemungkinan ia akan menambah porsi.

Makan cepat menyebabkan otak tidak diberi waktu untuk menyadari perut sudah kenyang. Pada akhirnya, hal itu dapat membuat jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada yang dibutuhkan sehingga berdampak kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.

Kegemukan

Obesitas adalah salah satu masalah umum pada orang yang memiliki kebiasaan makan cepat. Saat makan terlalu cepat, seseorang tidak mengunyah makanan dengan benar. Hal itu membuat ia makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sedangkan makan lambat membuat seseorang mampu mengontrol porsi makannya sehingga jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih teratur.

 Perut

Gangguan pencernaan

Seperti yang dikatakan sebelumnya, makan cepat membuat seseorang menelan makanannya tanpa mengunyah dengan benar. Kadang-kadang untuk menghabiskan makanan dengan cepat, orang tersebut meneguk air atau soda. Semua itu membuat makanan tidak dicerna dengan bena dan malah menyebabkan perut kembung serta gangguan pencernaan.

Diabetes

Ketika makan dengan cepat, hal itu menyebabkan lonjakan kadar gula darah dalam tubuh secara tiba-tiba. Kondisi ini kemudian menyebabkan resistensi insulin yang pada akhirnya meningkatkan kadar gula darah atau biasa disebut diabetes.

 Diabetes

Sindrom metabolik

Resistensi insulin terkait dengan sindrom metabolik yakni faktor yang meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti diabetes, jantung, dan stroke. Penelitian juga menunjukkan bahwa pemakan cepat cenderung memiliki pinggang besar dan kadar kolesterol HDL yang rendah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini