nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langkah Pemerintah Cegah Ketergantungan Impor Obat dan Makanan

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 18:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 10 481 2140297 langkah-pemerintah-cegah-ketergantungan-impor-obat-dan-makanan-YLt1swVU6s.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Produk makanan dan obat impor selama ini masih merajai pasar Indonesia. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, para peneliti di perguruan tinggi dan institusi penelitian lainnya, sudah banyak melakukan riset dan pengembangan di bidang obat dan makanan.

Sebabnya, dengan adanya riset pengembangan produk tersebut, diklaim mampu menekan ketergantungan kepada produk impor. Pemerintah pun mendorong riset tersebut benar-benar dilakukan agar tidak hanya berakhir di publikasi jurnal ilmiah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya memberikan dukungan terhadap hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan obat dan makanan. Salah satu upayanya yakni memberikan pendampingan kepada peneliti dan pelaku usaha di bidang obat atau makanan.

Obat

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan untuk mengawal produk inovasi riset segera siap dihilirisasi. Selanjutnya jika memenuhi persyaratan agar cepat memperoleh izin edar.

"Langkah ini menjadi kunci keberhasilan agar para peneliti dan pelaku usaha mendapatkan solusi atas kendala maupun gap. Tentunya dalam rangka percepatan hilirisasi hasil riset,” kata Penny dalam acara Dialog Nasional Sinergitas dalam Hilirisasi Riset Obat, Obat Tradisional, dan Pangan untuk Percepatan Izin di kawasan Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Penny menyampaikan, banyak sekali produk obat-obatan yang sudah mendapatkan izin edar. Contohnya saja pengobatan stem cell untuk berbagai jenis penyakit tidak menular, yang sudah dibuktikan efikasinya.

Obat

Juga dengan berbagai macam produk biologi yang sedang dikembangkan yaitu enoxaparin bersumber domba, trastuzumab, dan sejumlah vaksin antara lain MR, Hepatitis B, Tifoid, Rotavirus, Polio. Serta produk-produk fitofarmaka, antara lain ekstrak seledri, binahong, daun kelor, daun gambir dan bajakah.

"Dengan banyaknya produk-produk tersebut, Indonesia pasti dilirik oleh luar negeri. Akhirnya banyak negara yang ingin ekspor," bebernya.

BPOM juga berkomitmen untuk terus menjalankan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2016, dengan mendorong percepatan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri obat, obat tradisional, dan pangan di Indonesia. Sebagai otoritas obat dan makanan di Indonesia, dilakukan pula pengawalan sepanjang product life cycle. Langkah tersebut merupakan siklus mata rantai, yang tidak dapat dipisahkan.

Obat

“Siklus ini menjadi unsur kritikal bagi efektivitas perlindungan masyarakat dari risiko obat dan makanan yang membahayakan kesehatan masyarakat," pungkas Penny.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini