nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Penyakit TB pada Anak Sulit Terdeteksi

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 21:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 10 481 2140314 alasan-penyakit-tb-pada-anak-sulit-terdeteksi-mdpgwVW8y4.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Indonesia adalah salah satu negara dengan beban penyakit tuberculosis (TB) tertinggi di dunia. Hampir satu juta orang terkena penyakit ini setiap tahunnya termasuk anak-anak. Sayangnya, penyakit TB pada anak-anak sulit terdeteksi hingga penanganannya sering kali terlambat.

Menurut Dr Vanessa Rouzier, cara mendiagnosa TB pada anak-anak tidak sama dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, untuk mendiagnosa terkena atau TB, mereka diminta untuk batuk hingga mengeluarkan lendir. Dari lendir itulah kemudian dianalisis untuk melihat penyakit.

 Anak-anak

Selain itu, gejala pada orang dewasa yang terkena TB lebih mudah dikenali seperti batuk lebih dari dua minggu dan berat badan menurun drastis.

"Pada bayi dan anak-anak di bawah 5 tahun, ketika mereka batuk, susah disuruh buang lendir atau air liur. Mereka malah menelannya lagi. Selain itu, mereka sangat berisiko karena sistem imun tubuhnya masih lemah," ujar Dr Vanessa saat ditemui Okezone dalam konferensi media yang diselenggarakan oleh Stop TB Partnership, Selasa (10/12/2019), di Jakarta.

Dokter yang juga menjabat Chief of Pediatrics GHESKIO (Haitian Global Health Alliance) itu mengatakan, anak-anak yang lahir dari ibu memiliki penyakit TB risikonya sangat tinggi untuk tertular penyakit tersebut.

Peran ibu dalam mendeteksi anaknya terkena TB sangatlah besar. Apabila ibu melihat gejala seperti anak lemas, kurang gizi, berat badan turun, dan batuk meskipun tidak sesering orang dewasa, maka harus dibawa ke rumah sakit.

Akan tetapi, terkadang ada anak yang belum tentu menunjukkan gejala-gejala seperti yang disebutkan. Bisa jadi anak tidak terlihat kekurangan gizi atau mengalami penurunan berat badannya. Namun berat badannya tetap atau stagnan.

 anak-anak

"Ada kemungkinan anak yang terkena TB itu berat badannya stagnan setiap bulan. Usianya bertambah tapi berat badannya segitu-gitu aja, tidak bertambah maupun berkurang," ujar Dr Vanessa.

Gejala lain yang mungkin menunjukkan anak terkena TB adalah pada bayi terlambat jalan. Atau bisa juga mereka tidak mau makan banyak. Sekali lagi, cara terbaik untuk mencari tahu anak terkena TB atau tidak adalah periksa ke dokter atau rumah sakit.

"Hingga saat ini hanya sedikit anak-anak yang terdiagnosa karena memang mereka ada di rumah dan orangtuanya tidak atau belum mengetahui anaknya terkena penyakit TB. Cara paling baik untuk mendeteksi TB pada anak adalah pergi ke rumah sakit untuk mengetes air liurnya," kata Dr Vanessa.

Selain itu, untuk mendeteksi seorang anak terkena TB atau tidak, orang dewasa di sekitarnya harus jujur kepada anggota keluarganya. Jika mereka memiliki TB maka harus dikatakan. Sebab risiko penularannya tinggi.

"Saat ini masih ada yang merasa malu dan tak terbuka apabila terkena TB. Jadinya, bayi di rumah bisa terpapar. Itulah mengapa sedikit anak yang terkena TB tertangani karena orang dewasa tak jujur," pungkas Dr Vanessa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini