Jual Makanan dari Daging Kelinci, Restoran Ini Dikecam 5.000 Aktivis Pencinta Hewan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 298 2140475 jual-makanan-dari-daging-kelinci-restoran-ini-dikecam-5-000-aktivis-pencinta-hewan-NU8DBv78nw.jpg Makanan dari daging kelinci (Foto: Mothership)

Restoran chinese di Clarke Quay, Singapura, menuai kecaman dari warga lokal dan pencinta binatang setelah meluncurkan dua jenis hidangan terbaru berbahan dasar daging kelinci ke dalam daftar menu mereka.

Sebuah petisi bahkan telah dibuat khusus agar pihak restoran segera mencoret hidangan berbahan daging kelinci itu dari menunya. Laporan Mothership.sg, Rabu (11/12/2019), lebih dari 5.000 orang telah menandatangani petisi tersebut.

 Makanan daging kelinci

Makanan berbahan daging kelinci ini pertama kali ditawarkan oleh Tong Xin Ru Yi Traditional Hotpot, restoran chinese ternama di kawasan Clarke Quay, Singapura.

Restoran ini diketahui telah menyajikan dua hidangan berbahan dasar daging kelinci sejak akhir November. Namun setelah memicu pro dan kontra di media sosial, pihak restoran memutuskan untuk menghapus postingan promosi yang diunggah di laman Facebook resmi mereka.

Pada 6 Desember lalu, Lianhe Wanbao melaporkan bahwa reaksi warga lokal ketika mengetahui Tong Xin Ru menyajikan daging kelinci, sebetulnya cukup beragam. Beberapa orang mengaku tidak keberatan dengan menu berbahan daging kelinci, namun tak sedikit pula yang mengecamnya.

Menurut pengakuan pemilik restoran, sejak menu daging kelinci ini diluncurkan, pihaknya telah mendapatkan banyak pesanan dari pelanggan asal Sichuan. Bahkan, dalam sehari mereka bisa menghabiskan lebih dari 20 kg daging kelinci beku.

Hanya sekitar 20% dari total pelanggan asli Singapura yang diklaim belum terbiasa dengan cita rasa dari daging kelinci.

 Makanan daging kelinci

"Tujuan awal saya meluncurkan hidangan berbahan daging kelinci sebetulnya ditujukan untuk pelanggan asli Sichuan. Di sana mereka sudah terbiasa mengonsumsi daging kelinci," ujar pemilik restoran kepada Wanbao.

Ia menambahkan telah mengantongi surat izin untuk mengimpor daging kelinci, dan telah mendatangkan lebih dari 600 kg daging kelinci sepanjang bulan November.

Sayangnya, hal tersebut tidak menghentikan para aktivis pencinta hewan seperti Bunny Wonderland dan House Rabbit Society Singapore untuk mengeluarkan petisi, agar Tong Xin Ru segera menghapus hidangan berbahan daging kelinci dari menu mereka.

 Petisi

Petisi itu diberi nama "Say 'No' To Rabbit Hotpot" dan telah ditandatangi oleh lebih dari 5.000 netizen. Sebuah survey di Facebook pun telah dilakukan untuk melihat seberapa besar antusias konsumen dalam menanggapi menu kontroversial ini.

Hasilnya, sebagian besar menolak untuk mencicipi segala jenis makanan berbahan dasar daging kelinci, dan hanya 32% yang ingin mencobanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini