nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikunjungi Menteri PPPA, Risma Curhat soal Gang Dolly

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 10:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 11 612 2140497 dikunjungi-menteri-pppa-risma-curhat-soal-gang-dolly-9wxkb0pvH7.jpg Tri Rismaharini. (Foto: Okezone)

SEPAK terjang Tri Rismaharini, atau biasa disapa Risma sebagai Wali Kota Surabaya memang tidak perlu dipertanyakan. Di tangannya, Surabaya pun menjadi kota yang sangat indah.

Salah satu kesuksesan Wali Kota yang terkenal tegas ini ialah usahanya untuk memberdayakan kaum perempuan serta pemenuhan hak anak di Surabaya dengan berbagai program.

Kiprah Risma tersebut menarik perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang baru saja menjabat, Bintang Puspayoga. Dalam kunjungan kerja ke Surabaya, Menteri Bintang pun menemui langsung Risma.

Dalam pertemuannya dengan Wali Kota Surabaya, Bintang menyebutkan begitu mengapresiasi upaya untuk menyejahterakan dan memberi perlindungan pada anak-anak, kaum perempuan, hingga lansia yang ada di Surabaya. Program-program pemberdayaan kaum perempuan, hingga pemenuhan hak anak-anak yang dilakoni Risma, dinilai Bintang sangat menginspirasi.

 hingga pemenuhan hak anak-anak yang dilakoni Risma, dinilai Bintang sangat menginspirasi.

"Selama kami berkunjung di Surabaya, kami mendapat banyak inspirasi. Banyak hal yang telah dilakukan oleh Bu Risma dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memenuhi hak dan perlindungan khusus anak, serta memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan," tutur Menteri Bintang kala ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah bagaimana upaya Risma merangkul anak-anak yang putus sekolah dan anak-anak telantar. Selain itu, konsep hulu hingga hilir pada Pondok Sosial Kampung Anak Negeri (KANRI) juga diapresiasi. Pasalnya, pondok tersebut merupakan bagian dari Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Dinas Sosial Kota Surabaya.

"Kami juga ingin mengintegrasikan program Kemen PPPA yakni Industri Rumahan (IR) dengan Program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang muda. IR telah diinisiasi sejak 2016 dan telah menghasilkan 3764 model IR," jelas dia.

Menanggapi hal itu, Risma berpesan agar Kemen PPPA, sebagai pemerintah pusat, bisa mendorong pimpinan daerah untuk lebih memberikan pendampingan dan pelatihan ketimbang bantuan segar, contohnya berupa uang untuk modal usaha.

"Kemen PPPA harus bisa mendorong para pimpinan daerah untuk memberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan bagi masyarakat, khususnya perempuan, namun memang harus ada konsistensi dari pendampingan tersebut," kata Risma.

pelatihan ketimbang bantuan segar, contohnya berupa uang untuk modal usaha.

"Sebisa mungkin jangan berikan mereka modal bantuan berupa uang, mereka harus jadi pejuang dan petarung yang tangguh. Kita harus bangkitkan semangat mereka. Biasakan mereka untuk memberi daripada menerima," tambahnya.

Selain Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, Pemkot Surabaya juga mengembangkan Kader Bumantik (Ibu Pemantau Jentik), Wamantik (Siswa Pemantau Jentik), dan Kader Lingkungan. Kader Lingkungan adalah edukasi bagi masyarakat dalam pengolahan sampah.

Dalam kesempatan yang sama, Risma juga sempat menceritakan perihal kasus perdagangan anak yang terjadi di Surabaya. Ia menyebutkan, salah satu penyebabnya ialah karena anak-anak yang menjadi korban perdagangan manusia tersebut memang di sekitar lokalisasi, salah satunya Gang Dolly.

Tapi, akhirnya setelah kawasan Gang Dolly ditutup, warga sekitar dicoba untuk diberdayakan untuk membuat usaha batik dan kerajinan tangan. Sementara anak-anak mudanya dilatih untuk membuat usaha laundry.

Menutup diskusi, Bintang mengungkapkan keinginannya untuk merangkul pemerintah daerah, contohnya pemerintah kota (pemkot) Surabaya untuk ikut kembali memperkenalkan permainan tradisional kepada anak - anak.

"Kami tertarik untuk menggandeng pemkot Surabaya untuk memperkenalkan permainan tradisional. Melalui permainan tradisional, harapannya kita bisa memberikan pemahaman kepada anak terkait berbagai macam suku, adat, budaya, dan agama untuk meningkatkan toleransi dan mengurangi radikalisme sejak dini," pungkas Menteri Bintang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini