nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kelihatannya Mudah, Ini Kesalahan saat Masak dan Makan Steak

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 22:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 12 298 2141264 kelihatannya-mudah-ini-kesalahan-saat-masak-dan-makan-steak-OUK09ZBQRy.jpg Menikmati hidangan steak (Foto : BBC)

Sajian steak biasanya menjadi salah satu hidangan favorit para pencinta daging sapi. Lezat, mengenyangkan, dan bahkan bisa juga dimasak sendiri di rumah.

Memasak hidangan daging steak tampaknya memang mudah, juga saat menyantapnya. Tapi jangan salah, ternyata sebagian besar masyarakat Indonesia dalam memasak dan menyantap hidangan daging steak masih kerap melakukan kesalahan loh!

Hal tersebut diungkapkan oleh chef Ivan Anggraini. Menurutnya, kesalahan saat memasak daging steak di rumah biasanya soal pengaturan suhu panas pada alat memasak yang dipakai.

“Kesalahan saat memasak steak, biasanya yang paling banyak itu soal suhu pan. Masak pas pan nya kurang panas. Begitu ditaruh daging steaknya, jadi nempel dan enggak ke-sealed (terkunci) sehingga jadi berair,” ujar Ivan saat ditemui Okezone dalam acara “Female Chat Box Bersama True Aussie Beef-MLA” di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).

steak

Sedangkan untuk cara makan, Ivan menyebutkan orang Indonesia kebanyakan keliru dalam memilih tingkat kematangan daging. Biasanya cenderung memilih ‘’medium well’ atau ‘well done’. Kesalahan ini, diakui Ivan juga tak lepas dari faktor imej yang melekat pada hidangan daging steak.

Imej bahwa ketika daging steak dimakan dengan tingkat kematangan ‘rare’ ataupun setengah matang itu berbahaya bagi kesehatan. Inilah mindset awam tentang mengonsumsi hidangan steak yang dikatakan Ivan harus diubah.

“Mindsetnya harus diubah, daging steak itu sebetulnya boleh dimakan mentah atau setengah matang. Sebab kadar kumannya enggak terlalu tinggi seperti ayam, makanya ayam harus benar-benar matang. Idealnya daging steak dimakan dengan tingkat medium rare, masih juicy dan nutrisi dagingnya masih banyak,” imbuhnya.

Steak

Disebutkan lebih lanjut, ketika daging steak dimakan dengan tingkat kematangan ‘well done’, bukan hanya hilangnya nutrisi karena proses memasak yang terlalu lama, namun juga mengubah rasa. Rasa daging pun menjadi hambar dan hanya terasa ampas akibat cairan atau juice daging yang hilang.

Tidak hanya itu, ada kebiasaan lainnya yang cenderung orang Indonesia lakukan saat menyantap daging steak adalah terbiasa memasangkannya bersama saus cabai botolan.

Padahal memadukan daging steak dengan saus cabai botolan dalam satu piring, disebutkan Ivan bisa menghilangkan rasa asli dari potongan daging steak itu sendiri.

steak

“Orang Indonesia kan terbiasa pakai saus sambal botolan, sebetulnya enggak salah sih karena kan kesukaan orang beda-beda. Tapi ini bikin pas makan steak itu yang dirasa pedasnya doang, jadi overpowering. Bukan rasa dagingnya, padahal kan kita mau tahu kualitas dagingnya,” tutup Ivan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini