nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Enak, Ini Sederet Keuntungan Daging Sapi Australia

Kamis 12 Desember 2019 23:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 12 298 2141277 selain-enak-ini-sederet-keuntungan-daging-sapi-australia-f0zhQyDSAQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENIKMAT daging sapi di Indonesia, terutama pencinta daging sapi premium, tentunya sudah sangat familiar dengan daging sapi Australia.

Selama ini, impor daging sapi Indonesia memang diambil dari beberapa negara. Tapi, selama ini daging sapi Australia mendominasi daging sapi impor yang masuk ke Indonesia.

Nah, jika di Amerika Serikat daging sapi lebih besar untuk konsumsi domestik, di Australia konsumsi daging sapi tidaklah terlalu besar. Oleh karena itu, sapi di Australia lebih banyak diekspor ke berbagai dunia, seperti Korea Selatan dan Indonesia.

 di Australia lebih banyak diekspor ke berbagai dunia, seperti Korea Selatan dan Indonesia.

Brand Ambassador dari True Aussie Beef (Meat Livestock Australia), Isye Iriani, mengatakan faktor yang pertama ialah karena jumlah daging sapi premium berkualitas yang dihasilkan oleh industri daging sapi Australia jumlahnya begitu besar.

"Mereka untuk kebutuhan lokalnya sudah tercukupi. Makanya diekspor dan berkualitas pula," ungkap Isye saat ditemui dalam gelaran “Female Chat Box Bersama MLA” di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Isye menambahkan, pasar internasional memang menyukai daging sapi Australia yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Nah, agar diterima oleh pasar di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, industri daging sapi Australia pun mengurus label halal.

“Industrinya sedemikian rupa dijaga, maka dari itu Australia jadi salah satu negara yang punya status. Soal label halal, industri daging sapi Australia bukan cuma sekedar halal tapi juga halalnya toyiban, memperhatikan betul kesejahteraan sapi-sapinya," kata dia.

pasar internasional memang menyukai daging sapi Australia yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

"Jadi kualitasnya diperhatikan dari hulu ke hilir. Sehingga pasar internasional menyukai daging sapi Australia,” pungkas Isye.

Memang, pemerintah pernah menjajaki mengimpor 50 ribu ton daging sapi melalui skema penugasan BUMN antara lain Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Berdikari. Perum Bulog mendapat alokasi 30 ribu ton, dan PT Berdikari dan PPI masing-masing 10 ribu ton.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini