nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batasi Makan 10 Jam Sehari, Efektif Turunkan Lemak dan Berat Badan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 15:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 12 481 2141103 batasi-makan-10-jam-sehari-efektif-turunkan-lemak-dan-berat-badan-sp01VNSdyB.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Para ilmuwan telah mempelajari efek puasa harian terhadap kesehatan manusia. Kabarnya menjadwalkan waktu makan 10 jam setiap harinya akan memberikan banyak manfaat positif bagi kehidupan manusia. Cara ini disebut dengan makan terbatas waktu yang sistemnya mirip dengan puasa intermiten.

Saat ini cara makan terbatas waktu sedang populer untuk dilakukan. Mereka melakukan cara ini untuk menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan. Setelah waktu makan selesai, maka seseorang tidak akan makan lagi. Ini seperti diet sederhana yang meniru puasa yang bisa dilakukan selama sehari, seminggu atau berbulan-bulan.

 Laki-laki dan perempuan

Cara ini akan membatasi seseorang untuk mengonsumsi seluruh kalori hariannya pada batas waktu yang sangat sempit. Contohnya batas makan seseorang dimulai pukul 08.00 hingga 18.00. Jika cara ini diterapkan setiap hari maka dapat memperlebar periode di mana organ visceral utama pada tubuh masuk dalam kondisi istirahat dan pemulihan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang tidak menentu, kerja shift dan kebiasaan modern seperti sarapan pagi dan makan siang serta camilan tengah malam dapat berkontribusi pada obesitas, diabetes dan serangan jantung. Hal ini diungkapkan oleh seorang Ahli Biologi di Salk Institute for Biological Studies di California, Satchidananda Panda.

Ia mengatakan dengan memasuki siklus makan dan puasa yang konsisten setiap hari, seseorang dapat mengatur ulang pasang surut dan aliran asupan bahan bakar sesuai dengan irama alami tubuh manusia.

“Setiap sel, setiap organ memiliki jamnya. Selain itu setiap organ membutuhkan waktu henti untuk memperbaiki, mengatur ulang dan mendapatkan kembali iramanya. Ketika semua organ telah beristirahat dan diremajakan setiap hari, maka mereka bisa bekerja dengan sangat baik,” terang Panda, sebagaimana dilansir dari South China Morning Post, Kamis (12/12/2019).

 Perempuan di depan kulkas

Pada penelitian baru, Panda dan rekan-rekannya mengukur apa yang terjadi ketika 19 orang diminta untuk makan dalam kurun waktu 10 jam sehari selama 12 minggu. Para peserta diizinkan untuk memiliki 10 jam waktu makannya sesuai dengan keinginan diri sendiri. Semua subjek penelitian memiliki kondisi yang dikenal sebagai sindrom metabolik atau biasa disebut dengan pra-diabetes.

Sindrom metabolic ini membuat seseorang lima kali lebih berpotensi mengalami diabetes tipe 2 dan dua kali lipat berisiko terkena penyakit kardiovaskular dalam kurun lima tahun. Sampai sekarang semua dokter menyarankan seseorang lebih banyak berolahraga dan lebih sedikit mengonsumsi kalori, namun hal tersebut belum berhasil.

Dalam studi percontohan para peserta membatasi jam makan mereka di bawah 11 jam selama 12 minggu. Mereka mengurangi asupan kalori hampir sembilan persen dan sukses kehilangan rata-rata tiga persen dari berat badan mereka. Mereka juga mengaku dapat tidur lebih nyenyak dan mampu memperbaiki sindrom metabolic menjadi diabetes.

Satu kelompok yang terdiri dari beberapa peserta berhasil mengurangi lemak perut mereka sebanyak tiga persen. Para peneliti mengingatkan bahwa cara ini hanyalah studi kecil. Namun Anda tak perlu khawatir, pasalnya studi besar sedang dilakukan saat ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini