nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalani Operasi Ginekologi, Perempuan Ini Apes Salah Dapat Obat Bius

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 20:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 13 481 2141694 jalani-operasi-ginekologi-perempuan-ini-apes-salah-dapat-obat-bius-Bo3e2vjBJg.jpg Ilustrasi operasi. (Foto: Thinkstock)

SALAH mendapatkan obat bius perempuan di Inggris merasa kulitnya terpotong saat operasi. Pihak rumah sakit pun mengaku lalai atas kejadian apes ini.

Obat bius lazim digunakan untuk menghilangkan rasa sakit kala tindakan medis seperti operasi dilakukan. Ada tiga jenis obat bius yang biasa diberikan kepada pasien yaitu lokal, regional, dan total.

Bius lokal dan regional biasanya diberikan pada area yang hendak dilakukan prosedur medis namun pasien tetap sadar. Sedangkan bius total, menghilangkan kesadaran pasien untuk sementara waktu, selama proses penindakan.

ruang operasi

Bisa dibayangkan rasa sakit yang harus ditahan oleh pasien apabila menjalani tindakan medis tanpa obat bius. Hal inilah yang dialami oleh seorang perempuan di Inggris.

Dirinya menjalani operasi ginekologi secara sadar lantaran petugas medis salah memberikan obat bius. Hal itu membuatnya mengalami stres pasca-trauma dan mimpi buruk tiga kali seminggu setelah operasi.

Perempuan yang tidak diketahui namanya itu menjalani operasi di Rumah Sakit Yeovil di kota Bath, Inggris. Pihak rumah sakit mengakui bila mereka telah lalai memberikan obat bius.

Pada prosedur medis yang dilakukan Juli 2018 lalu, perempuan tersebut mendapatkan bius spinal yang merupakan bagian dari obat bius regional. Padahal seharusnya ia mendapatkan bius total. Kelalaian tersebut membuat sang pasien perempuan melaporkan rumah sakit ke pihak berwajib.

Menurut pengacara dari firma hukum Irwin Mitchell yang mewakili perempuan berusia 30 tahun itu, tuntutan diajukan lantaran dokter tidak mengindahkan teriakan rasa sakit. Perempuan tersebut sebenarnya sudah menyadari jika bius yang didapatkannya salah.

Perempuan itu merasakan kulit di pusarnya terpotong selama operasi. Dirinya juga tetap sadar ketika perutnya dipenuhi gas dan dokter memasukkan laparoskop yaitu tabung kecil dengan kamera terpasang. Saat semuanya berlangsung, teriakan perempuan tidak terdengar lantaran memakai masker oksigen.

Namun sebenarnya selama prosedur medis tekanan darah perempuan tersebut naik. Selain itu ada indikasi kesusahan. Sayangnya hal itu tak membuat operasi dihentikan. Padahal seharusnya dokter tidak melakukan tindakan medis pada pasien yang sadar.

"Tampaknya gangguan komunikasi menyebabkan penggunaan anestesi atau obat bius yang salah. Kami mohon maaf jika pasien ini menderita dan mengalami kesusahan sebagai akibatnya," ujar juru bicara rumah sakit seperti dikutip Okezone dari USA Today, Jumat (13/12/2019).

operasi

Namun hingga kini belum ada kesepakatan antara perempuan yang dibius keliru dan firma hukum dengan rumah sakit. Kelanjutan dari kasus ini juga belum diketahui secara pasti.

"Pada tahun-tahun tertentu, kami melakukan lebih dari 15 ribu operasi. Banyak di antaranya telah menyelamatkan jiwa pasien. Kami bangga dengan standar perawatan dan keselamatan setinggi mungkin," bela juru bicara rumah sakit.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini