Ladies, Begini Trik Merintis Bisnis agar Penghasilan Mengalir Setiap Bulan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 13 612 2141713 ladies-begini-trik-merintis-bisnis-agar-penghasilan-mengalir-setiap-bulan-SkU7fsii7m.jpg Helga Angelina berbagi tips bisnis di era digital. (Foto: Dimas/Okezone)

Nah, pada perhelatan Woman Is Me tahun ini, Helga mendapatkan sebuah pertanyaan menarik dari salah seorang pengunjung seputar tips dan trik mengelola bisnis bersama pasangan. Kebetulan, dia menjalankan Burgreens bersama sang suami tercinta.

 helga angelina

Helga tidak memungkiri bahwa mengelola bisnis bersama pasangan sangat rentan mengalami permasalahan miskomunikasi. Untuk mengakalinya, setiap pasangan harus memiliki komitmen yang kuat, dan memperjelas boundary atau batasan-batasan tertentu agar tidak memicu terjadinya kesalahpahaman.

"Kalau aku lebih membagi boundary atau wilayah yang sangat jelas. Misalnya untuk urusan bisnis aku yang kelola, sementara urusan dapur dipercayakan ke suami. Dengan demikian, untuk urusan bisnis, aku yang memegang keputusan, namun suamiku juga bisa memberikan input, begitupun sebaliknya," terang Helga.

Selain itu, diperlukan pula sistem dan manajemen yang jelas agar nantinya urusan bisnis ini tidak berdampak pada hubungan rumah tangga. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan rapat secara rutin dan menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme.

"Kalau saya dan suami selalu mengadakan weekly meeting, bod meeting, pokoknya diusahakan strukturnya seprofesinal mungkin," tegas Helga.

Di sisi lain, Helga menganjurkan agar setiap pasangan mengetahui batasan-batasan tertentu, kapan mereka bisa berdiskusi soal bisnis, dan kapan mereka harus berhenti membicarkannya.

Hal ini sangat penting agar hubungan suami istri tetap berjalan harmonis dan bahagia. Contoh kecilnya, Helga dan suaminya berkomitmen tidak boleh membicarakan bisnis saat sarapan pagi bersama, atau ketika beranjak ke atas tempat tidur.

"Kami ada komitmen bersama, pagi-pagi enggak ngomongin bisnis. Pulang kerja atau dinner baru boleh ngomongin bisnis. Tapi setelah dinner enggak boleh ngomongin lagi, kecuali yang urgensi. Kita harus pandai-pandai membuat aturan main, dan juga harus saling menghormati," tegas Helga.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini