nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Heroik Neerja Bhanot, Pramugari yang Tewas Demi Selamatkan Penumpang dari Teroris

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 15 Desember 2019 12:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 14 196 2142021 aksi-heroik-neerja-bhanot-pramugari-yang-tewas-demi-selamatkan-penumpang-dari-teroris-rcYBxfzK9Y.jpg Aksi heroik pramugari cantik (Foto: Indiatoday)

Di dunia penerbangan khususnya pramugari, nama Neerja Bhanot sudah pasti begitu familiar. Mengingat Neerja, semasa hidupnya sebagai pramugari begitu berdedikasi terhadap pekerjaan dan juga penumpangnya.

Hingga rela harus tewas, demi menyelamatkan begitu banyak penumpang saat tengah bertugas. Menelisik kariernya menjadi pramugari, Neerja perempuan yang lahir 7 September 1962 di Chandigarh ini menjadi pramugari dimulai pada 1985.

Tahun yang juga merupakan tahun kelam untuk Neerja, sebab di tahun tersebut ia terpuruk karena kandasnya pernikahannya yang baru seumur jagung dengan diwarnai kekerasan.

 Neerja

Bangkit dari keterpurukan, Neerja mencoba melamar sebagai pramugari di perusahaan airline, Pam Am. Dari 10000 pelamar, Neerja masuk sebagai satu dari 80 orang terpilih.

Siapa sangka, profesi pramugari ini hanya bisa dijalani Neerja selama dua tahun dengan penerbangan Pan Am Flight 73 pada 5 September 1986 menjadi penerbangannya yang terakhir.

Di pesawat Pan Am Flight 73 dengan rute dari Mumbai ke New York, penerbangan sempat singgah di Karachi sebelum kembali berangkat menuju Frankfurt kemudian sampai New York. Bersama Neerja, total ada 14 orang pramugari yang bertugas di pesawat malang ini.

Tiba-tiba, empat orang teroris bersenjata tajam yang diketahui berasal dari kelompok The Abu Nidal Organisation (ANO), berhasil masuk menyelinap ke dalam pesawat Boeing 747 tersebut sembari menembakkan peluru ke udara.

Mengepung pesawat selama empat jam, empat orang teroris ini berusaha mencari penumpang dengan paspor Amerika sebagai target utama. Bekerja sama dengan pramugari lainnya, Neerja berusaha untuk menyembunyikan paspor Amerika milik penumpang seperti menyelipkannya di selipan kursi pesawat atau di dalam tumpukan pakaian.

Di tengah situasi pembajakan pesawat yang menakutkan ini, Neerja dan para pramugari lain berusaha untuk tetap tenang. Salah satunya mencoba untuk membagikan air mineral serta sandwich kepada para penumpang, sebagai salah satu upaya untuk meredakan kepanikan dan ketakutan para penumpang.

 Pramugari

Sikap tenang dan efisiensi Neerja ini pun menuai pujian dari penumpang, salah satunya ialah Dr Kishore. Menurut kesaksian Dr Kishore Murthy, sebagai pramugari, Neerja sangat tenang dan bergerak begitu efisien dalam menghadapi situasi mengerikan tersebut.

Tidak hanya itu, Dr Kishore Murthy juga mengatakan, Neerja lah yang pertama kali mencoba untuk memberitahukan kapten serta co-pilot tentang pembajakan oleh empat orang teroris tersebut.

“Neerja begitu tenang dan efisien, ia jadi yang pertama menghubungi pilot, co-pilot dan petugas lainnya tentang kemungkinan pembajakan. Adalah berkat instruksi Neerja, mereka dapat berhasil menyelamatkan diri dari cockpit, memastikan bahwa pesawat tidak bisa lepas landas,” cerita Dr Kishore.

Di tengah upaya penyelamatan penumpang dari berbagai sisi, yang dipandu oleh para awak kabin. Rekan Neerja, pramugari Sunshine Vesuwala melihat langsung bagaimana salah seorang teroris tersebut menangkap Neerja dan meletakkan senjata api tepat di kepala Neerja.

Begitu pula kesaksian Dr Kishore, ia mengaku masih jelas di ingatannya bagaimana Neerja dibunuh tepatnya ditembak oleh sang teroris di dalam pesawat.

“Aku melihat langsung Neerja ditembak, ia ditembak langsung di kepalanya. Duduk di barisan kursi ke enam dari depan, aku melihat Neerja di detik-detik terakhir hidupnya,” tambahnya.

Aksi heroik Neerja memang patut untuk diberi penghargaan dan tentunya juga untuk selalu dikenang. Padahal, kala itu diketahui dari sang Ayah, sebetulnya Neerja bisa saja menyelamatkan dirinya sendiri sehingga bisa selamat dari para teroris.

 Neerja

“Ketika ia membuka pintu darurat, sebenarnya Neerja bisa saja jadi orang pertama yang meluncur turun dari pesawat. Tapi ia adalah ‘kapten’ yang percaya bahwa ia harus menjadi orang terakhir yang keluar dari pesawat itu, hidup atau mati,” tutur Harish.

Berkat keberanian dan aksi heroiknya menyelamatkan ratusan penumpang, Neerja adalah satu-satunya awak kabin, satu-satunya pramugari yang mendapatkan penghargaan keberanian anumerta dari dua negara, yakni India dan Pakistan.

Aksi heroik Neerja ini juga lekang tak dimakan waktu, sebab diabadikan dalam bentuk film, berjudul ‘Neerja’ yang dirilis pada 2016 lalu, dibintangi oleh aktris Sonaam Kapoor sebagai Neerja. Demikian seperti diwarta Bbc dan Indiatoday, Minggu (15/12/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini