Viral Video Nata de Coco Plastik, Pengusaha Makanan: Jangan Ikut Sebar Hoax

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 481 2142514 viral-video-nata-de-coco-plastik-pengusaha-makanan-jangan-ikut-sebar-hoax-pmf02A5zY5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEREDARNYA video hoax terkait nata de coco yang disebut mengandung plastik, seharusnya membuat Anda harus lebih cerdas menjadi konsumen. Tak usah khawatir, nata de coco adalah murni makanan yang aman dikonsumsi untuk siapa saja.

Sayangnya, dari beberapa tayangan video hoax nata de coco, banyak orang yang mencoba untuk mengetes kandungan pangan olahan tersebut. Mereka mencoba untuk menekan lembaran tipis nata de coco dengan media kertas atau tisu.

Kemudian, semua cairan yang ada di dalam nata de coco tersebut keluar. Orang pun percaya bahwa sisa lembaran nata de coco diklaim mirip plastik, karena warnanya mengkilap.

nata de coco

Bahkan, beberapa orang pun ada yang mencoba menyulutnya dengan api. Alhasil, lembaran tipis nata de coco itu menyala bak plastik terbakar.

Direktur Pengawasan Pangan Olahan Resiko Rendah dan Sedang BPOM RI, Ema Setyawati menegaskan, nata de coco murni masuk ke dalam golongan pangan. Dalam prosesnya, nata de coco merupakan fermentasi dari air kelapa kemudian berubah menjadi selulosa murni, sebagai produk kegiatan mikroba Acetobacter xylinum.

"Nata de coco ini minuman asalnya dari kelapa murni. Nata de coco itu betul-betul makanan, bukan plastik," kata Ema dalam Diskusi Media: Kebaikan Nata De Coco Kelapa Indonesia, di Hariss Hotel FX Sudirman, Senin (16/12/2019).

Dia menambahkan, setiap proses produksi nata de coco, BPOM mengawasi sepenuhnya dari mulai pre dan post market. BPOM menyiapkan regulasi hingga evaluasi bukan hanya dari produknya.

Ketika suatu produk diiklankan ke publik, maka BPOM harus mengecek dengan teliti. Kalau memang bunyi iklan tidak sesuai dengan hasil produknya, maka pelaku usaha harus mengubahnya.

"Ketika produk itu sudah beredar, kami tidak mendiamkan produk itu. Kita juga melakukan pengawasan post market, seperti cek promo dan iklannya lebay atau tidak," terangnya.

Untuk pengawasan ini, sambung Ema, BPOM tidaklah sendirian. Ada beberapa akademisi yang bergabung mengawasi suatu produk, termasuk dalam proses produksi nata de coco.

nata de coco

Perwakilan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Susana menambahkan, meluasnya berita hoax nata de coco ini membuat masyarakat harus banyak diedukasi. Seharusnya, konsumen yang cerdas ikut mengklarifikasi informasi kebenaran kandungan nata de coco yang sebenarnya.

"Kami imbau kepada masyarakat agar tidak ikut menyebar kabar hoax, ikut beropini dan mengunggah ke media sosial," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini