nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beda CTG dan USG yang Dinilai Lebih Canggih

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 16 481 2142532 beda-ctg-dan-usg-yang-dinilai-lebih-canggih-2A57yzn0RN.jpg Alat CTG yang lebih canggih dari USG. (Foto: Okezone)

SELAMA melakukan pemeriksaan kehamilan, dokter pasti mengandalkan alat Ultrasonografi (USG). Bukan itu saja Moms, Anda juga bisa memilih Kardio Topografi (CTG), dinilai lebih canggih.

Di zaman sekarang, teknologi dalam dunia medis sudah sangat beragam. Khususnya buat ibu hamil jadi semakin terbantu, terlebih saat masuk dalam fase melahirkan.

CTG salah satu alat pendeteksi janin seperti layaknya USG. Namun ada perbedaan di antara keduanya, yang harus Anda pahami.

CTG

Dijelaskan Co Founder & Chief Executive Officer Sehati Group, dr. Ari Waluyo, Sp.OG, CTG adalah alat yang dapat menunjukkan gerak rahim dengan denyut jantung pada bayi. Fungsinya untuk memeriksa jika ada suatu hal yang tidak diinginkan selama kehamilan.

“CTG itu dimiliki oleh dokter kandungan tapi bisa juga dikerjakan oleh bidan. Masa pelatihannya pun tidak terlau lama,” terang Dokter Ari, saat ditemui Okezone di Jakarta, Senin (16/12/2019).

CTG ini bisa melihat kondisi kontraksi kalau anak tersebut prematur. Atau ada kondisi berbahaya pada bayi contohnya saat plasentanya lepas.

CTG

Bedanya dengan USG, kata Dokter Ari, alatnya memiliki harga yang lebih mahal ketimbang CTG. Buat tenaga medis yang mau memakai, butuh menjalani pendidikan yang cukup panjang untuk mengoperasikannya.

Lalu, fungsi utama USG itu untuk melihat morfologi, jenis kelamin maupun adanya kelainan dalam janin yang dikandung.

Dokter Ari menyebut, peranan CTG dalam dunia medis sangatlah besar. Mengingat saat ini masih banyak desa atau daerah-daerah tertinggal yang masih belum memiliki cukup dokter spesialis.

ibu dan anak

Maka hadirlah CTG berbasis online untuk menjangkau tempat terpencil. TeleCTG hadir untuk menjangkau daerah tertinggal, yang terhalang karena masalah geografi.

"Masih banyak wilayah di Indonesia yang sulit mendapat pelayanan medis. TeleCTG ini bisa digunakan oleh para bidan dan efektif untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (Bayi) pada daerah tertinggal di Indonesia,” tutup Dokter Ari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini