Hati-Hati, 7 Tipe Manipulasi Mental Ini Bisa Bikin Hubungan Asmara Gak Sehat

Ummu Hani, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 196 2142886 hati-hati-7-tipe-manipulasi-mental-ini-bisa-bikin-hubungan-asmara-gak-sehat-FyXnrLZ6G3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MANIPULASI psikologi adalah sebuah cara untuk memengaruhi pengetahuan sosial seseorang atau sekelompok, yang bertujuan untuk mengubah persepsi atau perilaku orang atau kelompok. Metodenya pun bisa beragam, tapi intinya adalah mengubah persepsi terhadap sesuatu.

Nah, dalam sebuah hubungan manipulasi psikologis juga bisa terjadi loh. Ada beberapa cara manipulasi yang biasanya terjadi, sadar atau tidak sadar, terjadi dalam sebuah hubungan.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk belajar mencegah dan menghentikannya. Tapi, Anda harus tetap berhati-hati supaya tidak memperburuk situasi dan merusak hubungan Anda.

Dilansir dari BrightSide, berikut manipulasi dalam sebuah hubungan.

Manipulasi dengan fakta

Biasa disebut intimidasi intelektual. Dengan kalimat sederhana, pasangan Anda memberikan banyak informasi menarik dan memamerkan pengetahuan serta keterampilannya. Dalam situasi ini, Anda bisa saja terlihat bodoh karena kurangnya pengetahuan yang Anda miliki.

Cara menghindarinya:

Pertama, Anda harus memiliki kemampuan di bidang lain yang tidak dimiliki oleh pasangan Anda. Kedua, ajak pasangan Anda berbicara tentang kesamaan yang dimiliki.

Ungkapan semacam ini adalah cara untuk membuatmu merasa bersalah.

Manipulasi dengan kata-kata manis

“Aku senang menemanimu ketika kamu bertemu dengan teman-temanmu, tapi aku agak bosan,” Ungkapan semacam ini adalah cara untuk membuatmu merasa bersalah.

Manipulator akan berusaha untuk menunjukkan ketulusan mereka, dan membuat Anda seakan tidak menghargai ketulusan tersebut.

Cara menghindarinya:

Pertama, fokus pada manipulator, bukan pada kesalahan Anda. Pastikan mereka benar-benar tulus dalam memperlakukan Anda. Kedua, jangan melulu merasa bersalah. Yakinkan diri, apapun yang dilakukan adalah yang terbaik untuk diri Anda.

Manipulasi dengan desakan

Ketika pasangan Anda memberi pilihan, Anda harus memilihnya dengan cepat. Ia tidak memberi Anda waktu untuk berpikir. Jika lama dalam memberi keputusan, pasangan Anda akan kesal dan marah, dan membuat Anda merasa bersalah.

Cara menghindarinya:

Bersikaplah tegas dan ingat jika Anda memiliki batas pribadi.

Manipulasi dengan humor

Ada manipulator yang suka membuat komentar kritis berupa lelucon. Namun hal tersebut terkadang justru mempermalukan diri Anda. Hal ini perlahan bisa menjadi toxic dalam kehidupan Anda.

Cara menghindarinya:

Pertama, tetaplah tenang dan jangan emosi dalam menghadapinya. Kedua, cobalah sesekali untuk mengabaikannya. Ketiga, tanggapi kritik dengan nada yang santai.

cobalah sesekali untuk mengabaikannya. Ketiga, tanggapi kritik dengan nada yang santai.

Manipulasi dengan paksaan

Tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal ini. Anda akan dipaksa untuk menyukai apa yang pasangan Anda sukai. Jika Anda melakukan hal tersebut dengan tujuan tidak menyinggung perasaan pasangan Anda, itu tandanya Anda berhasil dimanipulasi.

Cara menghindarinya:

Pertama, jangan pernah ragu untuk mengajukan rencana lain atau pendapat yang berbeda. Kedua, jangan emosi. Hadapilah dengan kepala dingin karena pasti ada cara untuk berkompromi dalam merencanakan sesuatu. Ketiga, bersikaplah tegas. Jangan pernah terlihat Anda mudah untuk dikendalikan.

Manipulasi dengan sikap dingin

Diam adalah bentuk manipulasi pasif. Jika pasangan Anda memilih diam saat dalam pertengkaran, itu adalah bentuk manipulasi bahwa Anda yang salah dalam pertengkaran tersebut.

Cara menghindarinya:

Pertama, redakan emosi dan ajak pasangan Anda berbicara. Kedua, yakinkan pasangan Anda bahwa komunikasi adalah hal terpenting dalam suatu hubungan.

 yakinkan pasangan Anda bahwa komunikasi adalah hal terpenting dalam suatu hubungan.

Manipulasi berupa agresi pasif

Saat bertengkar, mungkin saja Anda sering mendengar kalimat, “Ya memang kamu yang sempurna dan paling benar.” Ini adalah bentuk agresi pasif, ketika pasangan Anda tidak ingin merasa bersalah padahal dialah yang membuat kesalahan. Manipulator semacam ini akan membuat Anda mengalah atas kesalahan yang mereka buat.

Cara menghindarinya:

Pertama, pastikan untuk menegur pasangan Anda dengan cara yang baik. Kedua, bersikaplah tegas. Jangan pernah mau disalahkan atas kesalahan yang bukan dari diri Anda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini