nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IDI Harap Serum Anti-Bisa Ular Tersedia di Puskesmas

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 14:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 17 481 2142951 idi-harap-serum-anti-bisa-ular-tersedia-di-puskesmas-FrSfIbpYBw.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Warga Jabodetabek heboh dengan teror ular kobra yang masuk ke area pemukiman. Banyak cara pencegahan yang bisa Anda lakukan, termasuk menggunakan serum anti-bisa ular.

Sebagai pencegahan, serum anti-bisa ular ini diklaim ampuh mencegah bahaya dari gigitan ular kobra. Di beberapa rumah sakit di Jakarta ada yang menyediakan serum anti-bisa ular tersebut, yang bisa Anda pakai.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Watini menuturkan, serum anti-bisa ular ini baru tersedia di rumah sakit tipe A. Seperti RSUPN dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Fatmawati.

 Ular

"Di rumah sakit lainnya, seperti RSUD Tarakan, RS dr Suyoto Bintaro, RSUD Cengkareng dan RSPI Prof dr Suliati Saroso juga ada. Beberapa rumah sakit mematok harga mulai Rp500 ribuan, tapi ada juga yang gratis," kata Kristi.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan adanya teror ular kobra. Saat digigit ular Anda juga harus tahu cara pertolongan pertama. Misalnya mengikat bekas gigitan ular kobra dengan kain perban, agar menghambat racun.

Menanggapi kasus teror ular kobra, Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengatakan, serum anti-bisa ular memang sangat baik kalau disediakan untuk warga Jabodetabek. Namun, menurutnya, ketersediaannya jangan cuma ada di rumah sakit tipe A saja.

"Baguslah, kalau disediakan serum anti-bisa ular. Bilang saja ke Kemenkes, seharusnya di fasilitas kesehatan primer (puskesmas) juga disediakan, bukan tipe A saja," ucap Daeng ditemui di Kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).

Dia menerangkan, fungsi serum tersebut memang ampuh mencegah dampak dari bisa ular. Sebabnya, serum tersebut mengandung antidotum yang dapat melawan racun.

"Karena bagus untuk mencegah harusnya itu disediakan di faskes primer. Kemenkes lah yang tanggung jawab," pungkas Daeng.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini