nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPJS Kesehatan Lakukan Penyesuaian Iuran Tarif Awal 2020, Bagaimana dengan Kualitas Pelayanan?

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 17 481 2142980 bpjs-kesehatan-lakukan-penyesuaian-iuran-tarif-awal-2020-bagaimana-dengan-kualitas-pelayanan-3UWTAXJdzp.jpg Ilustrasi Rumah Sakit (Foto: Source)

Penyesuaian tarif iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan bakal resmi dilakukan pada awal 2020. Ada berbagai target persiapan yang dilakukan demi memperbaiki pelayanan kesehatan.

Salah satu yang disorot yakni naiknya iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan. Untuk kategori kelas III naik menjadi Rp42 ribu, kelas II menjadi Rp110 ribu dan kelas I menjadi Rp160 ribu.

 BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menegaskan, sebagai regulator BPJS Kesehatan siap melaksanakan tugasnya dari berbagai sisi. Terutama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan agar cepat dirasakan oleh masyarakat.

"Prinsipnya kita ini penyelenggara bukan regulator. Apapun keputusan regulator kita siap laksanakan, dari sisi teknis dan alternatif kita carikan juga," kata Fachmi ditemui di Kantor PB IDI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).

Terkait perbaikan pelayanan di rumah sakit, BPJS Kesehatan sudah berkoordinasi dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Persi yang menjadi badan yang menaungi semua rumah sakit di Indonesia.

Pada kesempatan sama, Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf menuturkan, seiring dengan penyesuaian tarif BPJS Kesehatan, perbaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah dikoordinasikan lebih lanjut.

"Seiring penyesuaian iuran, perlu komitmen pelayanan kesehatan ditingkatkan, pelayanan teknis rumah sakit, seperti antrean online harus ada, display bed di rumah sakit, termasuk finger print untuk pasien hemodialisa," terang Iqbal.

 BPJS Kesehatan

Jadi, sambung Iqbal, pasien hemodialisa yang terdaftar di Rumah Sakit Fatmawati misalnya, kalau mau melakukan hemodialisa tidak usah membawa surat rujukan lagi dari faskes primer. Langkah ini memudahkan pasien saat berobat dan berlaku mulai Januari 2020.

Untuk display bed, terang Iqbal, setiap rumah sakit memang punya target tersendiri dalam penyediaan bed. Selama ini ada pembeda klaster bed khusus pasien JKN, yang sebenarnya tidak boleh terjadi.

"Tapi kami selalu ingatkan rumah sakit agar jangan membedakan pasien, jangan ada diskrimisasi," tambah Iqbal.

 BPJS Kesehatan

Sebetulnya di Permenkes 28 tahun 2014 sudah dibuat pedoman pelaksanaan JKN. Sayangnya, kalau ada yang tidak sesuai dengan pedoman tersebut, akhirnya banyak peserta complain.

"Regulasi kan sudah terang benderang, soal bed di rumah sakit misalnya, kelas Dua full itu harusnya naik dulu. Kalau sudah tiga hari Dirawat harusnya pindah ke kamar lain, lalu dirujuk ke rumah sakit lain," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini