nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iuran Naik, BPJS Kesehatan Tingkatkan Riset dan Inovasi

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 17:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 17 481 2143055 iuran-naik-bpjs-kesehatan-tingkatkan-riset-dan-inovasi-WEofRphwpn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENGUATAN pelayanan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memang harus ditingkatkan, seiring dengan penyesuaian tarif iuran yang berlaku pada awal 2020. Agar bisa terlaksana dengan baik, maka dibutuhkan riset dan inovasi baru dari para peneliti.

BPJS Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sepakat untuk melakukan riset terkait kebutuhan dasar kesehatan. Keduanya penting dilakukan untuk membuat evidence base yang memudahkan dokter dalam melayani pasien.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi menjelaskan, 6 tahun program JKN berjalan banyak dinamika yang dirasakan. Untuk memperbaiki pelayanan masih dibutuhkan riset dan inovasi baru.

Keduanya penting dilakukan untuk membuat evidence base yang memudahkan dokter dalam melayani pasien.

"Adanya riset ini kemudian membangun ekosistem, membuat orang melakukan riset yang diapresiasi dengan baik, lalu diimplementasikan kepada aktivitas pelayanan kesehatan," kata Fachmi di Kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).

Ketika hasil riset muncul, sambung Fachmi, masyarakat bisa merasakan peningkatan pelayanan kesehatan. Ada akselarasi yang dilakukan untuk membangun semangat dalam memperbaiki pelayanan.

"Kami semangat untuk membangun inovasi. Mudah-mudahan masyarakat tidak terlalu lama merasakan manfaatnya, sesuai dengan kualitas dan biaya rasional," tutur Fachmi.

Ditambahkan Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, dalam memberikan pelayanan kepada pasien dokter di Indonesia butuh evidence base tersendiri. Jika cara ini terlaksana, pelayanan kesehatan secara universal akan sama.

"Adanya riset ini kami yakin pelayanan kesehatan secara universal sama. Tapi dari segi antropologi dan biologis itu beda," ucap Daeng.

Daeng menambahkan, riset itu sangat dibutuhkan untuk menjadi dasar pemangku di bidang kesehatan, untuk menelurkan kebijakan pelayanan kesehatan berbasis bukti. Dengan riset ini, kebijakan dalam pelayanan kesehatan juga jauh akan lebih baik.

Dengan riset ini, kebijakan dalam pelayanan kesehatan juga jauh akan lebih baik.

Belum lagi dengan adanya isu utama kesehatan, khususnya dalam melakukan Kajian atau menyusun, serta menentukan definisi dasar kesehatan. Butuh dilakukan riset lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

"Kami mendorong kebutuhan dasar kesehatan berdasarkan UU DJSN meski sudah dilakukan bersama. Keperluan ini strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan di berbagai negara," tambah Daeng.

Semua tenaga medis menyadari, mendorong pelayanan kesehatan ini berdasarkan ekosistem. Dalam penyusunan penafsiran, BPJS Kesehatan fungsinya sebagai sebuah stakeholder.

Sementara itu, Daeng menegaskan, dalam menyikapi penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan pada awal 2020, masyarakat tak usah merasa keberatan. Anda juga jangan khawatir tidak bisa merasakan pelayanan kesehatan sebaik mungkin, baik itu di fasilitas kesehatan primer (puskesmas) atau rumah sakit.

"Pada awal 2020 sifatnya bukanlah kenaikan tarif, tapi hanya penyesuaian tarif saja. Langkah ini sudah bagus, tapi alangkah baiknya pemerintah memperbaiki pelayanan JKN, segera menafsirkan apa amanat UU JKN," pungkas Daeng.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini