Pertama Kali dalam Sejarah, Perempuan Kulit Hitam Dominasi Kontes Kecantikan

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 611 2142930 pertama-kali-dalam-sejarah-perempuan-kulit-hitam-dominasi-kontes-kecantikan-lLmIDgiwxj.jpg Toni Ann Singh. (Foto: Instagram)

SEIRING berjalannya waktu, standar kecantikan kini mulai mengalami perubahan. Kini penilaian untuk perempuan cantik tak hanya sebatas pada warna kulit, model rambut, maupun bentuk tubuh.

Hal ini, terbukti dari pemenang beberapa kontes kecantikan sepanjang tahun ini yang memiliki kulit hitam, termasuk Miss World 2019.

Melansir South China Morning Post, pertama kalinya dalam sejarah lima perempuan kulit hitam memegang gelar kontes kecantikan top dunia sepanjang setahun.

bukan baru sekarang ini pemenang kontes kecantikan bergengsi merupakan perempuan kulit hitam.

Terbaru ada Toni-Ann Singh dari Jamaika yang pada Sabtu lalu dinobatkan sebagai Miss World 2019. Sebelumnya ada Miss Universe 2019 Zozibini Tunzi, Miss America Nia Franklin, Miss USA Cheslie Kryst, dan Miss Teen USA 2019 Kaliegh Garris.

Namun sebenarnya, bukan baru sekarang ini pemenang kontes kecantikan bergengsi merupakan perempuan kulit hitam. Sebab, sejumlah kontes kecantikan memang berusaha menghadirkan beragam perempuan di atas panggung.

Di tahun 1970, perwakilan dari Afrika Selatan yakni Jennifer Hosten yang berhasil meraih gelar Miss World. Dia menjadi perempuan kulit hitam pertama, yang berhasil menjadi ratu kontes kecantikan. Padahal saat itu perwakilan kulit putih juga ada.

Kemudian pada 1977, Janelle Commissiong yang lahir di Trinidad dan Tobago dinobatkan sebagai Miss Universe. Dirinya menjadi pemenang kulit hitam pertama dari kontes kecantikan tersebut.

Begitu juga dengan Vanessa Williams, yang menjadi perempuan kulit hitam pertama yang memenangkan gelar Miss America pada 1984. Menyusul Carole Anne-Marie Gist yang menjadi Miss USA kulit hitam pertama di tahun 1990 dan Janel Bishop yang menjadi Miss Teen USA 1991.

Standar kecantikan telah berkembang dari waktu ke waktu. Dalam kontes kecantikan, penilaian menjadi lebih inklusif, tidak lagi berdasarkan ras dan segala macamnya. Terlebih banyak kritik yang berdatangan mengenai objektifikasi perempuan dalam kontes kecantikan.

Masing-masing pemenang kontes kecantikan kulit hitam selama setahun terakhir memiliki pemikiran yang kurang lebih sama. Mereka ingin dunia memandang kecantikan tak hanya sebatas pada fisik.

Selain itu, mereka ingin agar orang-orang yang merasa kurang percaya diri dengan penampilannya menjadi lebih berani. Sebab, setiap orang memiliki potensi masing-masing yang dapat diandalkan.

Contohnya, kelima pemenang kontes kecantikan berkulit hitam yang tak kalah berprestasi, dan memiliki latar belakang proesional. Miss World 2019 Toni-Ann Singh merupakan lulusan Florida State University yang memegang gelar sarjana di bidang psikologi dan studi wanita.

Kemudian ada Tunzi yang telah meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim dan kekerasan berbasis gender. Sedangkan Franklin merupakan penyanyi opera yang memiliki gelar master dalam komposisi musik dari University of North Carolina dan telah mengadvokasi pelestarian pendidikan seni di sekolah.

Lalu ada Kryst yang merupakan pengacara dengan gelar sarjana hukum dan MBA dari Wake Forest University. Terakhir, Garris pendiri organisasi We Are People 1st yang bertujuan untuk mendidik orang lain tentang keragaman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini