nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Perjuangan Jesse Lingard, Gelandang MU yang Jatuh Bangun Jadi Tulang Punggung Keluarga

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 12:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 17 612 2142880 kisah-perjuangan-jesse-lingard-gelandang-mu-yang-jatuh-bangun-jadi-tulang-punggung-keluarga-zxOf2lPNfT.jpg Kisah perjuangan Jesse Lingard jatuh bangun jadi tulang punggung keluarga (Foto : Thesun)

Hidup seseorang terkadang tidak seindah seperti yang dibayangkan orang lain. Seperti kisah pilu gelandang Manchester United, Jesse Lingard. Baru-baru ini pesepakbola berusia 26 tahun tersebut secara blak-blakan menceritakan kisah hidupnya kepada media.

Sebelumnya para penggemar Manchester United tertarik dengan unggahan foto Jesse Lingard di media sosial, Instagram. Ia memperlihatkan dirinya mendorong kereta bayi hasil hubungannya dengan Rebecca Halliday yang bekerja sebagai manajer operasi di perusahaan pelatihan pribadi.

Wanita berusia 34 tahun itu pertama kali bertemu Jesse pada suatu malam dan tak lama kemudian Rebbeca hamil. Namun saat ini hubungan mereka telah berakhir, tapi keduanya masih berkomunikasi dengan baik.

Jesse Lingard

Seorang sumber mengatakan bahwa Rebbeca selalu menemui anaknya setiap minggu karena keduanya sangat sayang terhadap anak itu. Belum lama ini pun Jesse juga mengatakan kepada media bahwa sang anak kini menjadi suatu hal yang penting dalam hidupnya.

“Saya memiliki satu orang anak sekarang. Dia mengalihkan pikiran saya dari banyak hal yang harus saya tangani. Dia brilian, dan menjadi bagian besar dari hidup saya. Saya hanya ingin berada di sana sebagai seorang ayah untuk menunjukkan padanya cara yang benar. Saya ingin dia bangga,” terang Jesse, melansir dari The Sun, Selasa (17/12/2019).

Jesse Lingard

Selain merawat anaknya, gelandang Setan Merah -Julukan Manchester United- juga turut membantu membesarkan saudara laki-lakinya yang bernama Jasper (14) dan saudara perempuannya, Daisy-Boo (11). Tugas tersebut diemban Jesse setelah sang ibu, Kristy jatuh sakit.

Saat ini Jasper tinggal bersama Jesse dan bersekolah di rumahnya. Tugas Jesse pun sebagai anak sudah beralih layaknya orangtua. Ia mengaku sang ibu juga telah sakit selama bertahun-tahun, namun tetap tidak pernah mendapatkan bantuan.

Jesse Lingard

Tak hanya masalah keluarga, Jesse pun juga mendapatkan tekanan atas performanya saat merumput. Ia telah menerima beberapa teguran dari Manajer Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer karena penampilannya yang kurang memuaskan.

“Saya tampil dan dia (pelatih) selalu bersama saya. Dia menginginkan penampilan lebih dari saya. Jadi saya merasa yang terbaik adalah melepaskan semua masalah dalam diri dan memberitahunya mengapa performa saya menurun,” terangnya.

Jesse pun mengungkapkan beban hidupnya kepada sang pelatih. Ia mengaku sejak awal musim Liga Inggris 2019-2020 sang ibu sedang dalam kondisi tidak sehat. Ia pun mendapat tekanan yang semakin berat untuk meningkatkan permainan sepakbolanya bersama Manchester United.

Di sisi lain, Jesse juga harus menjadi seorang ayah bagi anaknya dan wajib merawat seluruh anggota keluarganya. Hal inilah yang menjadi beban hidupnya saat ini.

“Saya biasanya cukup ceria dan ingin tersenyum pada orang-orang. Tetapi orang telah melihat perubahan pada perilaku saya. Saya terpuruk dan murung hanya karena khawatir,” ungkap Jesse Lingard.

Lebih lanjut Jesse merasa semua orang telah memberikan beban kepadanya. Meski demikian sangat sulit baginya untuk melihat orang dicintai dalam keadaan sulit. Alhasil ia berusaha sekuat tenaga fokus terhadap pekerjaannya sebagai seorang pesepakbola.

Meskipun mengalami masa sulit dan telah kehilangan posisinya bersama klub. Namun peluang yang diberikan oleh Solskjaer telah menjadi titik balik bagi kehidupan Jesse. Meski baru bermain sebanyak enam kali di Liga Inggris, namun Jesse telah dua kali mengantarkan klub meraih kemenangan.

Jesse Lingard

Kemenangan tersebut saat Setan Merah berhadapan dengan Tottenham Hotspur dan raksasa Liga Inggris, Manchester City.

"Saya adalah orang yang suka berurusan dengan diri sendiri tetapi itu tidak selalu hal yang benar untuk dilakukan. Saya selalu menggunakan ungkapan Be Yourself, tetapi saya menyadari sekarang bahwa ada saat-saat ketika Anda tidak bisa,” terangnya.

“Ayah dan kakak laki-laki saya, Louie, sangat mendukung, tetapi beberapa hal ini telah menghancurkan hati saya. Sebagai seorang pria saya harus mengambil tanggung jawab ini dan berada di sana untuk semua orang. Saya harus menjadi dewasa dan bijaksana,” tambahnya.

Jesse mengatakan terkadang kekahwatiran yang begitu mendalam akan membuat seseorang tidak bisa bekerja dengan baik. Sekarang semuanya telah berubah dan saya merasa bisa melakukan hal tersebut. Saya diberi kesempatan untuk menjadi kapten Setan Merah untuk skuad muda melawan Astana di Liga Eropa.

Ia mengaku hal ini bisa menjadi titik balik bagi pelatih untuk menempatkan kembali kepercayaan dirinya di dalam tim. Ia tahu saat ini sang pelatih telah mengetahui seluruh permasalahan yang dihadapinya. Tapi Jesse percaya orang lain pun tentu memiliki permasalahan lain yang mungkin terbawa hingga menuju lapangan.

Jesse Lingard

“Saya telah memiliki seorang anak perempuan dan itu luar biasa. Dia mengalihkan pikiran saya dari banyak hal yang harus saya tangani. Dia cerdas dan menjadi sebagian besar hidup saya. Keluarga saya sangat dekat dan saya akan selalu ada untuk mereka,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini