nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Sederhana Cegah Ular Masuk ke Rumah, Gampang Banget!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 17 612 2143096 tips-sederhana-cegah-ular-masuk-ke-rumah-gampang-banget-LuzZzlc26R.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Teror ular kobra semakin meresahkan warga Depok, Jawa Barat. Pemerintah Kota Depok pun mulai serius menanggapi fenomena yang sempat menggegerkan media sosial.

Namun tahukah Anda? Menurut penuturan Averroes Oktaliza, anggota Perhimpunan Herpetelogi Indonesia, sejatinya hampir 60% rumah di Indonesia dihuni ular atau oleh hewan berdarah dingin tersebut.

"Kalau digambarkan, dari 20 rumah 10 di antaranya pasti ada ular. Tapi jenisnya memang tidak berbisa, kita sering menyebut dengan istilah ular genteng atau ular cicak," kata Averroes Oktaliza, saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Selasa (17/12/2019).

Ular

Ular cicak, kata Averroes, memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibanding ular kobra maupun jenis ular lainnya. Panjang ular cicak maksimal hanya berkisar 60 cm saja.

Tak hanya itu, mangsa utama ular ini adalah cicak-cicak yang sering hinggap di dinding-dinding rumah. Itulah alasannya ia sering disebut dengan istilah ular cicak.

Namun, pria yang akrab disapa Ave itu tidak memungkiri bahwa terkadang ada juga ular liar yang nekat memasuki pemukiman warga, untuk mencari tempat yang hangat dan menyantap mangsanya (tikus).

Pertanyaannya kemudian, adakah cara ampuh untuk mencegah masuknya hewan liar tersebut?

"Pencegahan paling sederhana ya bersih-bersih rumah. Logikanya, kalau enggak ada tikus, ular nggak bakal masuk ke rumah kita, karena mereka tidak bisa menemukan mangsa," papar Ave.

Tips berikutnya adalah meletakkan sesuatu atau benda berbau tajam seperti minyak wangi dan kapur barus, di lokasi-lokasi yang sering dilalui ular. Misalnya di depan pintu rumah, agar ia tidak kebablasan masuk ke dalam.

Menurut penjelasan Ave, ular memang tidak takut dengan benda-benda berbau tajam, namun mengingat indera penglihatannya dibantu oleh partikel udara, maka ia cenderung menghindari daerah-daerah yang mengeluarkan bau-bau tajam.

"Bau tajam itu mengganggu indera penglihatan ular karena mereka berpatokan pada partikel udara untuk melihat kondisi sekitar. Makanya ular itu sering mengeluarkan lidahnya. Hal ini mereka lakukan untuk menangkap partikel-partikel udara lalu akan di proses di langit mulutnya," ungkap Ave.

"Di langit-langit ini ada yang namanya organ jacobson. Organ ini akan 'protes' bila partikel udara yang dihirup ular menunjukkan adanya tanda-tanda bahaya. Salah satunya bisa diakali oleh wewangian, sehingga mereka cenderung akan menghindari daerah tersebut," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini