Ketua IDI: Dokter Tidak Diajari Kelola Keuangan yang Baik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 18 481 2143556 ketua-idi-dokter-tidak-diajari-kelola-keuangan-yang-baik-RiYwQlsxym.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Masalah kesehatan masih menjadi perhatian penting bagi pemerintah Indonesia. Salah satu upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah dengan mendirikan ‘Klinik Pintar IDI’.

Sesuai dengan namanya, klinik ini akan diawasi langsung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Tujuannya klinik pintar ini adalah untuk memfasilitasi para rekan-rekan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan termasuk dengan corporate management yang ada di dalamnya.

 Pria memegang gadget

Hal ini diungkapkan oleh Ketua IDI, dr. Daeng M. Faqih, S.H, M.H. Ia menjelaskan bahwa seorang dokter tidak hanya harus mahir dalam medical service tapi juga harus pandai dalam corporate management.

“Managerial corporate itu memang tidak diajari dalam kuliah. Apalagi soal mengelola keuangan, administrasi serta branding yang baik. Padahal aspek tersebut sangat dibutuhkan dalam suatu pelayanan kesehatan,” terang dr. Daeng, dalam acara Klinik Pintar IDI, di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

CEO Medigo, Harya Bimo mengatakan bahwa salah satu tujuan lain dibentuknya klinik pintar ini adalah membantu para pengusaha yang berjuang mengatasi kesulitannya. Ia pun menjelaskan akan melakukan sistem join operation terhadap klinik yang sudah ada dengan beberapa syarat.

“Syarat yang pertama kliniknya harus sudah ada, harus terkapitasi dengan BPJS, klinik harus memiliki owner yang jelas dan tempat yang tepat. Pasalnya kami akan melakukan facelift pada ruang tunggu, ruang periksa, logo dan beberapa fasilitas lainnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut Bimo menjelaskan syarat tersebut harus dipenuhi untuk melakukan akreditasi dalam melakukan pemeriksaan paripurna. Medigo sebagai layanan yang berkolaborasi dengan klinik pintar untuk menentukan lokasi dan menghitung seluruh standarisasi yang diperlukan.

“Tujuannya supaya klinik ini bisa sustainable dan berkembang sesuai dengan valuenya kepada para pelanggan. Selain melakukan join operation, kami juga akan membangun klinik secara mandiri di beberapa lokasi yang ditentukan. Tapi untuk saat ini kami lebih fokus pada join operation,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini