nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moms, Ketahui Penyebab Anak Balita Sulit Tidur Malam Hari

Nada Husna, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 20:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 18 481 2143562 moms-ketahui-penyebab-anak-balita-sulit-tidur-malam-hari-vu3Hrdc1nu.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BALITA dan bayi yang kurang tidur mungkin berisiko mengalami gangguan tertentu. Sebagian besar sebabnya karena erat hubungannya dengan perilaku anak.

Jika si kecil mengalami kurang tidur atau mendapatkan masalah tidur, dapat membuat anak Anda rewel. Atau bahkan si kecil mengalami sejumlah penyakit fisik.

Peneliti dari Universitas Bar-Ilan mengatakan, gangguan tidur memengaruhi kinerja otak, penuaan dan berbagai gangguan otak. Jurnal Nature Communications telah menerbitkan penelitian ini.

bayi tidur

Tak hanya berlaku bagi semua orang, tidur juga penting untuk balita dan bayi. Sebagai orang tua, Anda harus tahu apa masalah yang menyebabkan Anak Anda kurang tidur dengan baik. Seperti dilansir Okezone dari Thehealthsite, Rabu (18/12/2019).

Bayi dan balita menginginkan perhatian

Menurut sebuah penelitian di American Friends of Tel Aviv University, balita yang kurang tidur biasanya menginginkan perhatian dan gangguan perilaku. Gejalanya dimuulai dari munculnya perilaku buruk, kegelisahan dan ciri khas lainnya pada balita.

Di sisi lain balita kurang itu menjadi tanda adanya keterlambatan perkembangan atau gangguan. Para peneliti menemukan bahwa anak berusia satu tahun yang mengalami tidur terpecah-pecah, lebih cenderung mengalami kesulitan berkonsentrasi dan mengalami masalah perilaku pada usia tiga dan empat tahun.

Ibu mengalami depresi selama kehamilan

Studi lain di Murdoch Childrens Research Institute mengatakan, masalah tidur pada bayi yang parah dan terus-menerus di tahun pertama berkaitan dengan kesehatan mental dan fisik ibu yang buruk selama kehamilan.

Para peneliti juga mengatakan, sudah hal yang biasa kalau bayi mengalami kesulitan dalam tidur di tahun pertama. Sekira 60 persen ibu melaporkan masalah ringan atau mengalami guncangan perasaan.

Artinya, para ibu lebih cenderung memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih buruk selama kehamilan dibandingkan dengan ibu dari bayi yang tidak memiliki masalah tidur.

Bayi dan balita memiliki masalah perilaku

Harap diperhatikan orangtua, anak yang mengalami kesulitan tidur cenderung mengalami masalah perilaku. Masalah tidur dini pada anak dapat menjadi penyebab dan akibat dari pengaturan diri dan perilaku emosional.

Penelitian lain menunjukkan, anak yang kurang tidur biasanya di sekolah kurang konsentrasi dan mudah marah, hiperaktif dan mencari perhatian.

"Pada dasarnya, anak-anak mungkin berada dalam satu lingkaran, dengan gangguan tidur yang memengaruhi gejala kejiwaan mereka dan gejala kejiwaan yang memengaruhi organisasi tidur-bangun mereka," jelas John Boekamp dari Rumah Sakit Bradley, Rumah Sakit Rhode Island di Amerika Serikat.

John Boekamp juga menjelaskan, kesulitan tidur yang paling umum dilaporkan secara nasional untuk balita dan anak di sekolah adalah tidak ingin pergi tidur, tertidur dan sering terbangun di malam hari. Kita dapat menyebutnya sebagai insomnia, perilaku masa kanak-kanak.

anak tidur

Studi ini meneliti sifat dan kelaziman gangguan tidur yang ditetapkan secara diagnostik, termasuk Sleep Onset Insomnia dan Night Waking Insomnia dalam kelompok yang terdiri dari 183 anak kecil. Hal tersebut terjadi pada anak-anak dengan perilaku yang suka mengganggu, mencari perhatian, kecemasan dan suasana hati yang buruk.

“Penting bagi keluarga untuk menyadari betapa pentingnya tidur bagi penyesuaian perilaku dan kesejahteraan anak kecil,” kata Boekamp.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini