nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Pesona Desa Takpala, Destinasi Wajib saat Berlibur di Alor

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 19 406 2144022 mengintip-pesona-desa-takpala-destinasi-wajib-saat-berlibur-di-alor-lrGI1lahDA.jpg Desa Takpala di Alor (Foto: Dok. Kemenpar)

Daya tarik wisata di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak semata wisata bahari saja. Namun, di Kabupaten yang terkenal dengan mamalia dugong bernama ‘Mawar’ itu memiliki keunikan sejarah dan budaya khususnya yang terdapat di Desa Takpala.

Desa Takpala merupakan sebuah kampung tradisional di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Lokasi kampung yang berada di atas bukit ini dihuni sekitar 13 kepala keluarga Suku Abui.

 Warga adat

Saat ini, Takpala telah menjadi aset wisata yang dianggap sebagai cagar budaya serta dilindungi dalam peraturan daerah Kabupaten Alor. Tak heran, Takpala saat ini jadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Alor. Kesan unik suku Abui dengan pakaian tradisional yang ditenun dengan alat tradisional menggunakan tangan.

Pakaian itu mereka gunakan untuk menyambut wisatawan yang datang ke kampung mereka sambil menari lego-lego. Untuk busana biasanya penari menggunakan kain sarung dan kain tenun khas Alor.

Warga adat

Sedangkan pada bagian kepala penari pria menggunakan penutup kepala yang dibentuk dari kain, dan rambut penari wanita dibiarkan terurai. Selain itu sebagai atribut menari, penari dilengkapi dengan gelang kaki yang menghasilkan suara mengikuti langkah kaki para penarinya.

Wisatawan juga bisa menggunakan atau menyewa pakaian adat lengkap dengan aksesoris kepala dan gelang kaki. Hal itu menjadi daya tarik sendiri, yang menarik wisatawan untuk berfoto dengan latar yang sangat natural termasuk rumah-rumah Lopo yang terbuat dari bambu dan alang-alang yang berbentuk piramida.

 Warga adat

Untuk sewa pakaian, masyarakat di sana belum memberlakukan tarif yang baku.

“Seikhlasnya saja. Tapi biasanya ada yang ngasih sebesar Rp50 ribu bahkan lebih,” kata Sonny yang bekerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (19/12/2019).

Masyarakat Suku Abui sangat ramah dan bersahaja terhadap wisatawan, alhasil banyak wisatawan yang selalu ingin kembali ke kampung tradisional tertua ini. Kita juga bisa melihat aktivitas sehari-hari dari Suku Abui.

 Warga adat

Nah, bila tertarik mengunjungi Desa Takpala, wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor dengan jarak 11 kilometer dari Kalabahi ibukota Kabupaten Alor atau kurang lebih 30 menit untuk sampai di sana. Jadi kalau berlibur ke Alor jangan lupa sempatkan ke Desa Takpala ya, Okezoners!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini