nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Mental, Rutin Yoga Baik untuk Kesehatan Otak

Tiara Syifa, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 19:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 19 481 2143856 selain-mental-rutin-yoga-baik-untuk-kesehatan-otak-lMSQ2W0Ojr.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Masih menjadi pandangan masyarakat kalau yoga adalah olahraga yang hanya berfokus pada ketenangan dan pernapasan saja serta tidak memiliki efek yang lebih baik daripada olahraga aerobik. Bahkan, masih banyak yang lebih memilih melakukan gym, bersepeda, atau berlari untuk aktivitas olahraganya.

Tidak banyak masyarakat tahu bahwa yoga pun memiliki manfaat yang sama seperti olahraga aerobik. Melansir TheHealthSite, yoga serupa dengan olahraga aerobik karena dapat meningkatkan struktur dan fungsi otak.

Hal tersebut diperoleh berdasarkan ulasan yang berfokus pada 11 studi tentang hubungan antara yoga dengan kesehatan otak. Penemuan tersebut didapatkan dari studi ilmuwan-ilmuwan yang dipimpin oleh Neha Gothe.

Lima dari studi melibatkan orang-orang yang tidak pernah melakukan yoga atau tidak melangsungkan yoga dalam kurun waktu 10-24 minggu. Studi tersebut membuat perbandingan kesehatan otak antara sebelum dan sesudah yoga. Selain itu, studi lain mengukur perbedaan otak antara individu yang rutin melakukan yoga dengan yang tidak.

Yoga

Menurut tim dari University of Illinois di Urbana-Champaign, setiap studi menggunakan brain-imaging techniques seperti MRI dan Hatha Yoga (mencakup gerakan tubuh, meditasi, dan latihan pernapasan).

Gothe, profesor kinesiologi dari University of Illinois yang memimpin penelitian dengan profesor psikologi dari Wayme State University, Jessica Damoiseaux, mengungkapkan dari 11 kajian teridentifikasi daerah otak yang muncul secara konsisten tidak berbeda dengan penelitian olahraga. Contohnya, peningkatan terhadap volume hippocampus dengan praktik yoga.

Dalam penelitian terhadap orang yang melakukan olahraga aerobik menunjukkan peningkatan ukuran hippocampus yang serupa dari waktu ke waktu. Gothe mengatakan dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Brain Plasticity, hippocampus merupakan struktur otak yang pertama kali terserang demensia dan Alzheimer. Hal tersebut membuktian hippocampus terlibat dalam pemrosesan memori dan diketahui dapat menyusut seiring bertambahnya usia.

Yoga

Menurut Damoiseaux, meskipun banyaknya studi yang dilakukan secara eksploratif dan tidak konklusif, penelitian tersebut menunjukkan adanya perubahan otak yang berkaitan dengan praktik yoga. Amigdala, struktur otak yang berfungsi mengatur emosi, cenderung lebih besar milik praktisi yoga daripada yang tidak berlatih yoga. Begitu juga dengan prefrontal cortex, cingulate cortex, dan jaringan otak seperti jaringan mode default cenderung lebih besar serta efisien.

Damoiseaux menambahkan prefrontal cortex berada tepat di belakang dahi yang sangat penting untuk perencanaan, pengambilan keputusan, multitasking, memikirkan dan memilih pilihan yang tepat, sedangkan jaringan mode default adalah seperangkat wilayah otak yang terlibat dalam berpikir tentang diri, perencanaan, dan memori. Dalam studi tersebut juga menemukan perubahan terhadap otak terlihat pada kinerja yang lebih baik saat tes kognitif atau ukuran regulasi emosional.

Yoga

Namun, studi yang mengungkapkan yoga memiliki efek seperti olahraga aerobik harus mendapatkan penelitian lebih lanjut karena harus ada mekanisme lain yang menyebabkan perubahan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini