Kaleidoskop 2019, Fenomena Bucin yang Rela Serahkan Keperawanan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 19 612 2143721 kaleidoskop-2019-fenomena-bucin-yang-rela-serahkan-keperawanan-gIHxoXarV0.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Cinta remaja sendiri biasa disebut dengan cinta monyet. Sehingga, biasanya remaja belum begitu bisa memaknai cinta yang dalam, ya, sebatas suka pada pandangan pertama dan rasa ingin memiliki di momen tersebut.

"Sayangnya, pola pikir dalam mengatasi masalah pada remaja ini kerap berujung pada logika berpikir yang pendek. Mereka cenderung hanya mengikuti hawa nafsu dan jadinya logika berpikir mereka bisa dikatakan tumpul," terangnya.

Psikolog Mei melanjutkan, cinta yang dimiliki remaja biasanya juga masih menggebu-gebu. Mereka bisa melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang mereka mau, termasuk cinta itu sendiri.

sebatas suka pada pandangan pertama dan rasa ingin memiliki di momen tersebut.

"Karena itu, perlu adanya bimbingan yang benar supaya perasaan yang dimiliki para remaja yang bucin ini bisa dikendalikan dengan baik dan bijak," sambungnya.

Pernyataan tersebut mungkin tidak salah, karena para bucin biasanya akan tetap berusaha kuat dan menerima semuanya sekali pun hati kecilnya terluka, air mata tak pernah berhenti keluar ketika mengingat kejahatan pasangan, atau juga disakiti untuk kesekian kali.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini