Usai Operasi Payudara, Gadis Ini Alami Kerusakan Otak

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 20 481 2144317 usai-operasi-payudara-gadis-ini-alami-kerusakan-otak-YNkZuhXhBI.jpg akibat operasi payudara (Foto: Unilad)

BEBERAPA orang yang tak percaya diri dengan penampilan fisiknya ada yang memilih untuk melakukan operasi plastik. Begitu juga dengan gadis 18 tahun dari Amerika Serikat. Dirinya melakukan operasi payudara.

Gadis bernama Emmalyn Nguyen menabung hingga terkumpul uang sebesar USD 6 ribu atau sekira Rp84 juta untuk membesarkan payudaranya. Ia memilih untuk menjalani operasi payudara di Colorado Aesthetics and Plastic Surgery. Operasinya ditangani dokter Greenwood Village Geoffrey Kim.

"Saya kira semuanya akan baik-baik saja. Saya tidak berpikir operasi akan menyebabkan sesuatu berbahaya yang terjadi pada putri saya," ujar ibunda Emmalyn, Lynn Fam seperti yang Okezone kutip dari UNILAD, Jumat (20/12/2019).

 Operasi payudara

Meskipun dilakukan oleh ahlinya, ternyata operasi tidak berjalan sesuai rencana. Menurut gugatan itu, Emmalyn dibiarkan tak teramati dan tidak diawasi setelah perawat Rex Meeker memberikan anestesi pada pukul 14.00 pada 1 Agustus lalu. Biasanya pasien akan sadar paling lama dua jam setelah operasi. Namun hingga sore menjelang, Emmalyn tak kunjung sadar.

Hal itu membuat Lynn curiga dan memiliki perasaan aneh. Ketika ia semakin khawatir, Dr Kim mencoba untuk menenangkan dengan berkata semuanya baik-baik saja. Satu-satunya alasan penanganan setelah operasi payudara tidak dilanjutkan karena detak jantung yang menurun tetapi masih bisa diatasi.

"Dokter mengatakan semuanya baik-baik saja, Emmalyn baik-baik saja, semuanya baik-baik saja. Dia masih muda, dia sehat, dia akan baik-baik saja, hanya butuh waktu lama baginya untuk bangun," ujar Lynn menirukan ucapan dokter.

Tapi yang terjadi sebenarnya tidak demikian. Selama operasi, Emmalyn dilaporkan mengalami henti jantung. Dokter berhasil mengembalikan denyut jantungnya, namun kemudian henti jantung terulang lagi, begitu seterusnya. Selain itu, gadis tersebut juga tidak responsif secara neurologis. Meski begitu, tim dokter dan perawat tidak meminta bantuan 911 padahal kondisi tersebut sudah berlangsung selama lebih dari lima jam.



Pada akhirnya perawat Rex menelepon ambulans dan Emmalyn dibawa ke Rumah Sakit Advent Littleton. Di sana dirinya menjalani perawatan selama 22 hari. Kemudian ia dipindahkan ke rumah sakit rehabilitasi untuk pemulihan. Diketahui Emmalyn mengalami kerusakan otak sebelah kiri.

 Usai operasi payudara

Sekarang ini Emmalyn berada dalam kondisi sadar minimal. Bisa jadi hal ini berlangsung seumur hidup. Akibat dari kondisi tersebut, dirinya tidak dapat berbicara, berjalan, makan, atau mengurus dirinya sendiri.

Melihat kondisi yang mengerikan, Lynn melayangkan gugatan terhadap tim dokter dan perawat yang mengoperasi anaknya. Gugatan berisi tuduhan kelalaian. Walau mungkin kondisi Emmalyn tidak bisa kembali seperti semula, paling tidak ada pertanggungjawaban.

"Bagi saya yang terjadi dengan putri saya tidak bisa dipercaya. Mereka (tim dokter dan perawat) menampik telah melakukan kesalahan dan masih melawan ini. Saya tidak tahu bagaimana mereka tetap bisa tidur di malam hari padahal telah melakukan kelalaian dengan menghancurkan hidup Emmalyn, bukan hanya miliknya tetapi juga kami," kata Lynn.

Sekadar informasi, perawat Rex sebelumnya pernah terlibat dalam gugatan hukum pada 2007. Pasien bernama Paula Harty dari Silverthorne juga mengalami kerusakan otak parah dalam operasi pembesaran payudara. Perawat dituduh lalai dan gagal mengelola anestesi dengan baik dan memantau kondisinya. Sebulan kemudian, Harty meninggal.

Sementara itu, pengacara Rex, David Woodruff menyebut keterlambatan dalam memanggil layanan darurat tidak dapat dipercaya dan tidak masuk akal. Meskipun sulit, Lynn mengatakan berusaha untuk tetap kuat agar putrinya mendapatkan pertanggungjawaban.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini