nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dihukum Berlutut di Atas Biji Soba, Lutut Bocah Ini Mulai Berakar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 21:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 20 481 2144434 dihukum-berlutut-di-atas-biji-soba-lutut-bocah-ini-mulai-berakar-PFAdM6O1in.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Setiap orangtua berhak menghukum anaknya apabila melakukan kesalahan. Namun sebagai orangtua, Anda juga sebaiknya bijaksana dalam memberikan hukuman kepada anak. Jangan sampai maksud untuk membuat anak jera justru berakhir menjadi malapetaka.

Seperti kisah seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun yang dihukum oleh orangtuanya dengan berlutut di atas lantai berisi biji soba selama sembilan jam. Alasannya sangat sepele yakni karena pulang terlambat ke rumah.

Sebagaimana diketahui biji soba sangat sakit apabila menempel pada kulit. Pasalnya bagian tepi biji soba memiliki tekstur yang agak tajam. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan anak ini ketika harus menahan sakit dengan berlutut di atasnya selama sembilan jam lamanya.

 Anak laki-laki

Mengenaskannya lagi, ayah sang bocah terlihat menarik rambut anak tersebut ketika ia berlutut di atas biji soba. Sementara sang ibu juga menyebut bahwa anak tersebut sangat pantas mendapatkan hukuman tersebut.

Sebagaimana dilansir dari World of Buzz, Jumat (20/12/2019), bocah lelaki tersebut terdengar menangis karena merasa sakit ketika sang ayah tiri menendangnya. Pasangan orangtua itu bahkan akan membuat bocah tersebut kelaparan hingga empat hari lamanya sebagai hukuman lainnya.

Seakan tak berdosa dengan tindakannya, sang ayah bahkan merekam hukuman tersebut menggunakan telepon genggamnya.

Untunglah bocah itu berhasil diselamatkan tepat pada waktunya ketika ia meninggalkan rumahnya dan meminta bantuan dari tetangga perempuan yang langsung membawanya ke rumah sakit.

Akibat terlalu lama berlutut di atas biji soba, soba yang menempel pun mulai berakar di kulit lutut bocah malang itu. bahkan biji tersebut perlahan mulai tumbuh melalui pelantara kakinya.

Untuk menghilangkannya, bocah tersebut harus dibius total sebelum ahli bedah datang dan memotong area kulit yang terkena akar soba di lututnya.

Saat ini orangtua tidak bertanggung jawab tersebut tengah menghadapi persidangan di Rusia karena dianggap melakukan penyiksaan yang menyebabkan kerusakan pada kesehatan anak laki-laki. Mereka juga dikenakan hukuman lain karena gagal mendidik anak tersebut dengan baik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini