Penelitian Terbaru Sebut Flirting dengan Rekan Kerja Bantu Kurangi Stres

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 21 612 2144701 penelitian-terbaru-sebut-flirting-dengan-rekan-kerja-bantu-kurangi-stres-8xS5L4phnH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

AKTIVITAS pekerjaan sehari-hari yang menumpang memang bisa membuat banyak orang menjadi stres. Tapi siapa sangka, salah satu obat stres yang bisa didapatkan di lingkungan tempat bekerja dengan flirting.

Ya, sebagaimana disitat Vt, Sabtu (21/12/2019) para peneliti menemukan bahwa flirting dengan rekan kerja dapat membantu mengurangi stres di tempat kerja dan berpotensi meningkatkan kepercayaan diri.

Hal ini diketahui lewat satu studi baru yang dipublikasikan di ‘Organizational Behavior and Human Decision Processes’, menunjukkan bahwa godaan kasual atau flirting, memiliki efek membuat orang merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.

 memiliki efek membuat orang merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.

Selain rasa nyaman, juga ada perasaan positif di sekitar kantor yang mana inilah yang melindungi diri dari perasaan kewalahan karena stres.

Menurut para peneliti dari Washington State University, temuan penelitian ini mungkin menandakan bahwa perusahaan harus mempertimbangkan kembali kebijakan menyangkut hubungan atau kontak seksual antara kolega.

Para peneliti menyebutkan, menggoda dengan lelucon atau gurauan sugestif di antara rekan kerja, dapat membuat pengalaman positif di tempat kerja.

Dijelaskan oleh Profesor Leah Sheppard dari Washington State University, dalam kenyataannya, saat penelitian meskipun tipe gurauan, lelucon atau godaan tersebut tidak disukai tapi tetap tidak sampai ke titik dianggap sebagai pelecehan seksual.

 lelucon atau godaan tersebut tidak disukai tapi tetap tidak sampai ke titik dianggap sebagai pelecehan seksual.

“Bahkan saat peserta penelitian kami tidak menyenangi perilaku flirting ini, tetap masih belum mencapai ambang tindak pelecehan seksual. Tidak menghasilkan tingkat stres yang lebih tinggi, jadi ini adalah ruang konseptual yang sangat berbeda,” ungkap Leah.

Sementara itu, sebagai bagian dari penelitian ini, tim peneliti memeriksa respons peserta yang terdiri dari ratusan karyawan di Amerika, Kanada, dan Filipina terhadap perilaku seksual sosial yang tidak mengganggu di tempat kerja.

Ini termasuk anekdot seksual, lelucon, sindiran, pandangan sugestif dan pujian berdasarkan penampilan fisik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini