Jangan Cukur Habis Bulu Kemaluan, Ini Bahayanya

Fadhil Khatamy, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 23 485 2145267 jangan-cukur-habis-bulu-kemaluan-ini-bahayanya-HLjiazM3rR.jpg Ilustrasi. (Foto: Thisisinsider)

SEBAGIAN orang merasa malu kalau punya bulu kemaluan. Akhirnya, mereka pun memilih untuk mencukurnya, padahal ada segudang manfaat.

Meskipun waxing dan mencukur telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, ternyata ada manfaat yang agak penting dari bulu kemaluan. Berdasarkan studi, adanya bulu kemaluan tersebut dapat mencegah munculnya serangan bakteri.

cukur kemaluan

Ketika berhubungan seks, pastinya Anda merasa aman dengan adanya bulu kemaluan. Anda pun jangan sampai menyesal dengan mencukurnya dengan sengaja.

Dilansir dari Her, Jumat (20/12/2019), dalam sebuah wawancara dengan Glamour, dokter kandungan dan profesional kesehatan wanita Sherry Ross, MD menjelaskan, bagaimana bulu kemaluan tersebut terbukti bermanfaat.

cukur kemaluan

"Teori-teori yang dicurigai, sebagian medis dan sebagian tidak, termasuk bahwa bulu kemaluan mencegah kotoran dan kuman-kuman mengambang lainnya memasuki vagina, itu membuat alat kelamin kita tetap hangat," kata Ross.

Ross menyarankan, praktik kebersihan yang baik sangat penting jika Anda ingin menjaga bulu kemaluan Anda tetap alami. Caranya berarti mencuci area itu dengan sabun dan air, terutama setelah berolahraga dan selama haid.

Penelitian terbaru yang dikumpulkan oleh The University of California menetapkan bahwa mereka yang lebih suka perawatan sering lebih mungkin untuk tertular penyakit menular seksual.

Hasilnya menunjukkan bahwa 8 persen orang yang tidak mencukur, dengan 14 persen orang yang mencukur, melaporkan riwayat infeksi menular seksual.

Mengomentari hasil ini, Jennifer Gunther MD mengatakan, banyak kasus iritasi kulit di antara wanita yang mencukur bulu kemaluan.

"Infeksi diketahui akibat dari pengangkatan bulu dan beberapa bisa sangat parah. Infeksi semacam ini kadang-kadang dapat menyebabkan perempuan harus ke rumah sakit karena harus operasi atau mendapatkan pengobatan dari dokter lebih lanjut," pungkas Gunther.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini