nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Ini Tak Mau Ditemani Ibu saat Melahirkan, Ini Kisah di Baliknya

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 24 Desember 2019 13:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 24 196 2145565 perempuan-ini-tak-mau-ditemani-ibu-saat-melahirkan-ini-kisah-di-baliknya-Z0URoSDQXT.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Saat melahirkan, kebanyakan perempuan memilih ditemani oleh ibundanya. Akan tetapi ada seorang perempuan yang melarang ibunya untuk masuk ke ruang persalinan. Perempuan yang tidak diketahui namanya itu mengatakan dirinya trauma atas perlakuan sang ibunda.

Melalui situs berbagi cerita, perempuan tersebut mengungkapkan ia memiliki pengalaman buruk yang tidak bisa dilupakan saat melahirkan anak pertamanya.

Kala itu, sang ibunda ikut masuk ke ruang persalinan. Ketika bayinya berhasil dilahirkan lewat proses persalinan normal, ibunya langsung datang menghampiri.

 Perempuan di rumah sakit

Sang ibu berkata bila rambut cucunya terlihat berkilau bak mahkota. Sebagai seseorang yang larut dalam euforia menjadi nenek, ibu tersebut langsung memegang rambut cucunya. Peristiwa itu ternyata membuat sang anak marah.

“Saya tahu ibu saya memiliki niat yang baik. Tapi seharusnya dia memiliki konsep membatasi diri. Dia menjadi orang pertama yang menyentuh putri saya, padahal itu adalah hak saya,” ujar perempuan tersebut seperti yang Okezone kutip dari Mirror, Senin (23/12/2019).

Peristiwa itu begitu membekas di hati dan pikiran perempuan tersebut. Terlebih ia tak memiliki kesempatan untuk mencegah ibunya memegang putri kecilnya. Tidak ingin kejadian itu terulang, dirinya lantas melarang sang ibunda untuk ikut masuk ke ruang persalinan ketika melahirkan anak keduanya.

"Pada waktu itu saya begitu malu dan sampai pada keputusan untuk tidak membawa ibu saya lagi ke ruang bersalin. Minggu lalu dengan bercanda saya utarakan keputusan itu dengan menyertakan alasannya. Ibu saya menjadi sangat defensif,” kata perempuan tersebut.

Dirinya sadar keputusan itu dapat memengaruhi hubungannya dengan sang ibunda karena telah menyinggung perasaan.

Hanya saja keputusan perempuan tersebut sudah bulat. Selain itu, ia berpikiran orang lain menyetujui keputusannya karena memang hak ibu hamil untuk menentukan siapa saja yang boleh masuk ke ruang persalinan.

Benar saja, dari banyaknya komentar yang masuk di situs berbagi pesan, sebagian besar menyetujui keputusan perempuan tersebut. Bagi mereka tindakan ibunda perempuan tersebut telah melanggar batas dan seharusnya tidak dilakukan.

Ada pula yang menyarankan agar perempuan tersebut memberi tahu baik-baik sang ibunda tentang perilakunya yang perlu diubah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini