nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencicipi Kelezatan Bebek Timbungan, Santapan Para Raja Bali Zaman Dulu

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 24 Desember 2019 21:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 24 298 2145746 mencicipi-kelezatan-bebek-timbungan-santapan-para-raja-bali-zaman-dulu-WDC5UCVUCK.jfif Bebek timbungan (Foto: Utami Riyani/Okezone)

Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam. Tak kalah pentingnya, kuliner Bali menjadi salah satu alasan wisatawan mengunjungi Pulau Dewata itu berkali-kali.

Sebut saja sate lilit, nasi campur, hingga nasi jinggo, yang menjadi favorit banyak wisatawan dari berbagai daerah. Namun di antara begitu melimpahnya kuliner khas Bali yang bisa dinikmati wisatawan, ternyata masih banyak yang belum dikenal. Salah satunya adalah bebek timbungan.

 Daging bebek

Selama puluhan bahkan hampir ratusan tahun, menu ini seakan menghilang. Menu khas Tabanan ini baru muncul dan dikenalkan kepada wisatawan sejak tiga tahun yang lalu.

Bebek timbungan adalah menu olahan bebek yang dimasak dengan bumbu genep atau rempah khas Bali. Tekstur daging bebek sangat empuk dan berlumur rempah yang rasanya meresap sampai ke dalam.

Bumbunya pekat dan rempah-rempahnya sangat terasa sehingga menimbulkan sensasi rasa pedas dan asin yang memuaskan lidah.

 Makanan Bali

Berdasarkan catatan Dharma Caraban atau kitab lontar kuni Bali, Timbungan berasal dari dua kata, 'Tim' yang artinya 'dikukus' dan 'Bung' yang artinya 'bambu muda'. Jadi proses masaknya dengan cara dikukus dan diletakkan di dalam batang bambu yang dipotong.

Zaman dulu, bebek timbungan hanya dipersembahkan untuk para raja, keluarga kerajaan, upacara khusus, dan tamu kerajaan. Proses memasak yang bisa memakan waktu 15 jam menjadi salah satu alasan hidangan ini hanya dibuat untuk acara tertentu.

 Daging bebek

"Prosesnya memasaknya lama dan bahannya pun agak susah dicari zaman itu. Jadi disuguhkan khusus pada hari-hari tertentu saja," ujar Chef Ida Bagus saat berbincang dengan Okezone di Bali belum lama ini.

Chef Ida Bagus sendiri merupakan keturunan Kerajaan Bali yang sehari-harinya berkutat di dapur menciptakan resep bebek timbungan di Secret Garden Village, Bedugul.

 

Selain bebek timbungan, kuliner Bali yang bisa dijadikan pendamping adalah Sari Segara Sup Bening. Sup ini berisi seafood seperti kerang, cumi-cumi, udang, dan jamur yang disajikan di dalam batok kelapa. Rasa agak pedas yang datang dari bumbunya membuat sup ini terasa lebih unik.

 Kerang

Ada pula ikan sambal matah, sate lilit, kerang goreng, dan kerang bumbu kacang. Untuk melengkapi santap siang, es kelapa jeruk sangat menyegarkan di mulut.

 Makanan Bali

Makanan lain yang tak kalah uniknya adalah pisang goreng panas dingin. Isinya pisang goreng berlumur gula-gula yang terkaramelisasi, es krim, dan air berisi es batu.

Cara memakannya pun unik, yaitu dengan memotong pisang goreng, kemudian mencelupkannya ke air es agar karamel terasa krispi. Setelah itu, ambil es krim dan letakkan di atas pisang goreng. Saat dimakan, rasa manis dan karamel yang krispi menciptakan sensasi unik di mulut.

 Dessert

Makanan yang sempat menghilang puluhan tahun

Sajian bebek timbungan sempat menghilang lebih dari 50 tahun. Menurut Che Ida Bagus, selama itu tidak ada yang berani mengangkat makanan ini karena tidak ada referensinya.

"Dulu yang tahu tentang itu kakek dan ayah saya. Makanan ini pernah dia rasakan tapi kok menghilang. Dengan beredarnya dipacu zaman, tidak orang temukan," ujarnya.

Berangkat dari hal itu, chef berusia 54 tahun itu ingin memperkenalkan kembali sajian khas leluhurnya kepada para wisatawan yang datang ke Bali. Tujuannya adalah untuk melestarikan kekayaan kuliner khas Bali.

 Daging bebek

Ia pun belajar kepada ibundanya yang ahli memasak bebek di pasar tradisional. Mulai dari cara membuat bumbu hingga cara membuat daging bebek empuk tapi seratnya tidak hancur.

"Daging apapun itu yang bagus adalah empuk tapi tidak patah-patah," kata Chef Ida Bagus.

 

Mengadaptasi Tri Hita Karana

Bukan sekadar menyajikan makanan pemuas lidah dan perut, Chef Ida Bagus membuat bebek timbungan dengan mengadaptasi falsafah Tri Hita Karana yakni menjaga hubungan dengan Tuhan, lingkungan, dan sesama manusia.

Hal ini dilakukan dengan cara tidak memotong sembarang bebek. Bebek yang digunakan adalah yang sudah tidak produktif lagi. Ia juga tidak menggunakan bebek tertentu seperti bebek bulu putih kaki kuning, bebek jambul, bebek bulu hitam, dan bebek belang kalung karena bebek-bebek tersebut sering digunakan untuk berbagai upacara adat di Bali.

"Setiap bebek punya makna sendiri. Berapapun murahnya kami tidak pakai itu agar upacara di Bali tetap jalan. Kami sebagai tukang masak menghormati juga," jelas chef yang mulai terjun ke dunia kuliner sejak 1983 ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini