Masyarakat Pelosok Belum Tahu Kegunaan Susu Kental Manis yang Sebenarnya

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 481 2146354 masyarakat-pelosok-belum-tahu-kegunaan-susu-kental-manis-yang-sebenarnya-1mcbYaG8TH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HAMPIR semua orang di Indonesia senang mengonsumsi susu kental manis (SKM). Sayangnya, banyak orang yang belum tahu kegunaan yang sebenarnya dari susu kental manis.

Orang masih menganggap kalau susu kental manis itu dikonsumsi sebagai pengganti susu. Bahkan, susu kental manis sudah sering diberikan langsung kepada bayi. Kebiasaan tersebut pun masih banyak dilakukan orang-orang yang tinggal di pelosok daerah.

skm

Padahal sejatinya susu kental manis adalah topping. Seperti dikatakan dr Erna Yulia Sofihara, namanya SKM itu hanya dikonsumsi sebagai penambah rasa, bukan sebagai minuman.

“Bahwasannya penggunaan susu kental manis sebenarnya tidak untuk dikonsumsi sebagai minuman, terutama pada anak-anak. Sebab karena susu kental manis adalah topping atau penambah rasa pada makanan dan pencampur minuman,” ungkap Dokter Erna kala ditemui dalam acara “Pentingnya Partisipasi Masyarakat yang Diwakili oleh Organisasi Masyarakat dalam Membangun Pengetahuan Gizi” di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Ditambahkan Dokter Erna, sayangnya kesalahpahaman akan produk ini disertai dengan berbagai faktor pemicu. Khususnya bagi orangtua yang tidak secara lengkap mengetahui fakta tentang susu kental manis.

“Memang sayangnya masih banyak orangtua yang memberikan susu kental manis kepada anak. Karena mereka belum teredukasi yang biasanya juga berhubungan dengan faktor ekonomi,” tambah Dokter Erna.

Selain faktor ekonomi, disebutkan Dokter Erna, faktor geografis juga sebagai penyumbang mengapa orangtua masih begitu mudah memberikan susu kental manis, selayaknya seperti asupan susu. Di daerah pelosok, contohnya Aceh, karena distribusi susu bayi yang tidak merata, nyatanya susu kental manis yang dijual dengan harga murah, serta lebih gampang didapatkan ketimbang susu formula.

Ada masyarakat yang tahu susu kental manis tidak boleh dikonsumsi anak karena melihat dan mendengar dari televisi. Namun tak sedikit juga masyarakat yang tidak tahu sama sekali, sehingga masih santai memberikan susu kental manis sebagai minuman keluarga.

Faktanya di lapangan, menurut studi survei konsumsi susu yang dilakukan dari periode September hingga November 2019 oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, ditemukan hasil bahwa di tiga Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara Manado, sebanyak 37 persen responden menganggap bahwa susu kental manis adalah susu, bukan topping. Sedangkan sebanyak 73 persen responden mengetahui informasi susu kental manis sebagai susu dari iklan televisi, yang mana terbiasa diiklankan sebagai susu.

Ditambahkan, dari hasil penelitian di tiga provinsi tersebut tertera hasil status gizi buruk 14,5 persen, yang mengonsumsi susu kental manis lebih dari satu kali sehari. Sedangkan yang berstatus gizi kurang sebanyak 29,1 persen juga mengonsumsi susu kental manis, lebih dari satu kali dalam sehari. Maka tak heran kurangnya pemahaman orangtua, sangat memengaruhi keputusan orangtua terhadap pemberian asupan gizi untuk anak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini