nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemicu Perdarahan Setelah Bercinta, Nomor 6 Paling Menyakitkan

Fadhilah Annisa, Jurnalis · Sabtu 28 Desember 2019 01:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 27 485 2146778 pemicu-perdarahan-setelah-bercinta-nomor-6-paling-menyakitkan-jhKm70VN8d.jpg Ilustrasi. (Foto: Bustle)

MUNGKIN Anda bertanya-tanya atau merasa panik, saat melihat darah yang muncul setelah berhubungan intim. Apakah itu pertanda buruk atau darah yang keluar tersebut normal dialami seseorang?

Seperti dilansir Okezone dari Bustle, Dr Natalya Danilyants, seorang ahli bedah GYN laproscopic dan salah satu pendiri Centre for Innovative GYN Care, mengatakan, perdarahan setelah berhubungan intim diklaim tidak normal. Anda harus melakukan evaluasi dengan dokter.

"Jika seseorang memiliki satu episode perdarahan pasca-koital dan tidak pernah memiliki yang lain, itu tidak mungkin menjadi sesuatu yang jahat,"

Ditambahkan Profesor Klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Yale University School of Medicine, Dr Mary Jane Minkin, membeberkan beberapa pemicu perdarahan yang mungkin Anda alami. Untuk itu, mari simak 8 alasan terjadinya perdarahan setelah berhubungan intim di bawah ini.

1. Berhubungan intim pertama kali

miss v

Saat pertama kali melakukan hubungan intim, orang banyak yang percaya akan mengalami perdarahan, karena selaput darah itu tipis dan akan pecah. Hal ini sebenarnya suatu kesalahpahaman, karena selaput darah hilang secara alami dari waktu ke waktu. Ada juga kemungkinan besar Anda tidak akan berdarah sama sekali saat melakukan hubungan intim pertama kali. Tentunya tergantung pada berapa usia saat Anda mulai melakukan hubungan seks penetrasi.

2. Tidak ada pelumasan

Miss V bisa memproduksi pelumas alami itu hal yang benar. Namun tidak semua orang dapat membuat pelumas alami yang cukup untuk membuat seks cukup licin, sehingga dapat melindungi selaput Miss V Anda yang halus.

"Jaringan Miss V dan vulva adalah jaringan paling sensitif dalam tubuh," kata Dr. Minkin.

Penting untuk memiliki pelumasan yang cukup di Miss V Anda untuk melindungi kulit Anda. Sehingga tidak lecet saat adanya gesekan. Gesekan itulah dapat menyebabkan darah keluar.

3. Vaginitis atau servisitis

Vaginitis adalah peradangan atau infeksi pada Miss V dan sevisitis adalah peradangan atau infeksi pada serviks. Hal ini dapat menyebabkan keputihan, gatal, dan nyeri pada vagin(untuk vaginitis), dan perubahan pada keputihan dan pendarahan Miss V (untuk servisitis).

Keduanya dapat menyebabkan pendarahan setelah hubungan intim. Penyebabnya bisa termasuk infeksi bakteri (seperti IMS) tetapi juga hanya perubahan normal dalam tubuh Anda selama menstruasi atau seiring bertambahnya usia.

4. IMS

Beberapa infeksi menular seksual (IMS) memiliki efek samping potensial perdarahan Miss V, setelah berhubungan intim bersama dengan gejala lainnya.

"Beberapa IMS menyebabkan perdarahan dengan menciptakan peradangan atau iritasi pada leher rahim dan rahim," kata Dr. Danilyants.

Arahnya pada penyakit gonore, klamidia, dan trikomoniasis sebagai penyebab yang mungkin. Chlamydia dan gonore adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi leher rahim, menyebabkan perdarahan.

Ada juga efek samping tidak menyenangkan lainnya seperti gatal, terbakar, perubahan keputihan, dan nyeri panggul. Infeksi trikomoniasis dapat menyebabkan vaginitis, yang seperti yang kita ketahui sekarang dapat menyebabkan perdarahan vagina saat berhubungan seks.

5. Estrogen rendah

Dr Minkin mengatakan, estrogen yang rendah dapat menyebabkan sejumlah tantangan fisik dan emosional, salah satunya adalah perdarahan saat berhubungan intim. Hal ini terjadi karena estrogen membantu menjaga dinding Miss V Anda tetap tebal, dan meningkatkan kemampuan Anda untuk melumasi diri.

Estrogen yang rendah dapat terjadi jika Anda mengubah kontrol kelahiran atau jika Anda premenopause. Selain itu, menyebabkan dinding vagina lebih tipis dan kekeringan pada vagina. Ini mengatur kondisi untuk potensi peradangan atau infeksi yang dapat menyebabkan perdarahan Miss V saat berhubungan intim.

6. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim Anda. Hal ini bermasalah karena sel-sel endometrium bisa luruh selama menstruasi. Hanya saja, karena mereka berada di luar rahim, sel tersebut tidak memiliki tempat untuk hilang, sehingga mengakibatkan rasa sakit. Ketika sel-sel rahim ini melompat dan menempel pada serviks atau Miss V, saat berhubungan intim bisa terjadi perdarahan.

7. Ectropion serviks

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, ectropion serviks, juga disebut erosi serviks, adalah ketika sel-sel yang normalnya berada di dalam lapisan serviks menyembul keluar di sekitar pembukaan serviks. Sel-sel ini dirancang untuk dilindungi di dalam leher rahim Anda, jadi ketika mereka berada di luar Miss V Anda, mereka bisa meradang dan bisa berdarah lebih mudah. Situasi sel serviks ini paling sering dialami oleh remaja, orang-orang dengan kontrol kelahiran oral atau orang-orang yang sedang hamil. Untungnya, itu tidak terkait dengan kanker serviks.

8. Displasia serviks

Displasia serviks adalah apa yang dokter sebut sebagai perubahan prekanker pada sel-sel di dalam serviks Anda. Perdarahan postcoital adalah salah satu tanda luar dari perubahan sel ini. Perubahan sel prekanker ini dapat diobati sebelum menjadi kanker dengan prosedur bedah cepat, kata Johns Hopkins Medicine.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini