Ternyata Para Vegan Menderita Hangover Lebih Parah!

Tiara Syifa, Jurnalis · Sabtu 28 Desember 2019 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 28 481 2146903 ternyata-para-vegan-menderita-hangover-lebih-parah-vJbRtuF7xq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEBANYAKAN meminum minuman beralkohol secara berlebihan memang dapat membuat kita mabuk. Bahkan, akibat dari kegiatan minum alkohol tersebut, mabuk dapat meninggalkan efek tidak nyaman keesokan harinya, yang biasa dikenal dengan hangover.

Memang, biasanya hangover tidak akan berlangsung lama, tapi tetap saja kondisi ini sangat menyebalkan. Namun, studi yang dilakukan oleh peneliti dari Utrecht University di Belanda, melihat hubungan antara konsumsi gizi makanan dengan tingkat keparahan akibat mabuk.

Melansir Unilad, tingkat keparahan hangover dapat berpengaruh dari gaya hidup peminum. Nyatanya, gaya hidup seorang vegan dapat membuatnya rentan mengalami hangover yang lebih buruk daripada pemakan daging.

biasanya hangover tidak akan berlangsung lama, tapi tetap saja kondisi ini sangat menyebalkan.

Dalam studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine, para peneliti melakukan percobaan terhadap 13 social drinker antara usia 18-30 tahun dan sehat secara fisik serta mental.

Dalam percobaan yang dilakukan, peneliti meminta partisipan untuk membuat buku harian diet selama 24 jam dengan menguraikan apa saja yang mereka makan. Setelah itu, peneliti tidak mendampingi partisipan saat mengonsumsi alkohol sehingga mereka dapat melakukan kegiatan seperti saat minum biasanya.

Partisipan dapat menentukan sendiri waktu minum, jenis minuman alkohol yang dikonsumsi, hingga kegiatan yang dilakukannya. Keesokan harinya, peneliti melihat tingkat keparahan akibat mabuk antara partisipan vegan dengan pemakan daging.

Studi tersebut pun menggunakan skala 11 poin dari 0 (absen) hingga 10 (ekstrem). Dengan ukuran yang sama, 13 partisipan tersebut menunjukkan 23 gejala mabuk seperti sakit kepala, mual, masalah konsentrasi, penyesalan, mengantuk, jantung berdebar, muntah, lelah, gemetar/menggigil, canggung.

Studi tersebut pun menggunakan skala 11 poin dari 0 (absen) hingga 10 (ekstrem).

Selain itu, lemah, pusing, apatis, berkeringat, sakit perut, kebingungan, kepekaan terhadap cahaya, kepekaan terhadap suara, kehausan, denyut jantung, kekhawatiran, depresi, dan berkurangnya selera makan.

Peneliti menyimpulkan di antara 13 orang partisipan, mereka yang mengonsumsi makanan rendah vitamin dan B3 mengalami gejala mabuk yang lebih parah. Walaupun vegan dapat menyimpan cadangan vitamin dan B3, peneliti memperkirakan orang yang memakan daging akan memiliki nutrisi tersebut lebih banyak.

Perlu diketahui, walaupun B3 dapat ditemukan di daging, daging ungags, dan ikan, B3 juga terdapat dalam alpukat, jamur, kacang, dan biji-bijian.

Meski demikian, para peneliti mengatakan bahwa temuan ini tidak bisa menjadi sebuah simpulan karena partisipan yang mengikuti hanya berjumlah sedikit. Diet vegan tetap bisa menjadi pilihan terbaik, terlepas dari Anda minum atau tidak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini