nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas, Terus Terjebak Abusive Relationship Pengaruhi Kesehatan Mental!

Tiara Syifa, Jurnalis · Minggu 29 Desember 2019 13:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 29 196 2147128 awas-terus-terjebak-abusive-relationship-pengaruhi-kesehatan-mental-qYA7ErBJgU.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Sebuah abusive relationship atau hubungan yang disertai kekerasan, baik fisik maupun mental, tentunya dapat memengaruhi kesehatan mental, baik Anda maupun pasangan. Jika terus melanjutkan hubungan tersebut, kemungkinan Anda atau pasangan akan mengalami trauma, mulai dari yang ringan hingga berat.

Trauma yang disebabkan abusive relationship bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terlebih jika yang Anda alami adalah PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pascatrauma.

PTSD merupakan gangguan kesehatan mental yang terjadi akibat menyaksikan atau mengalami kejadian traumatis yang mengejutkan, menakutkan, atau berbahaya. Penderita PTSD akan mengalami gajala yang berlangsung dengan lama.

pasangan bertengkar

Laman Yourtango memberi contoh kasus seorang wanita yang mengalami PTSD karena abusive relationship dengan mantannya. Menghindar dari abusive relationship rupanya tidak menyelesaikan segalanya. Sang mantan mencoba untuk menguntit ke mana pun ia pergi. Hal tersebut membuat psikisnya terganggu dan mengalami berbagai kesulitan emosi.

PTSD yang ia alami membuat bangun dan tidurnya menjadi mimpi buruk. Saat tertidur, ia akan terganggu oleh pikirannya yang membawanya kembali ke ingatan masa lalu dan membuatnya tetap terjaga di malam hari.

Penguntitan yang ia alami selama berbulan-bulan juga membuatnya harus menghadapi Agoraphobia atau gangguan kecemasan yang membuat penderitanya takut dan menghindari tempat atau situasi yang dapat menyebabkan panik, merasa terjebak, tidak berdaya, atau malu.

Agoraphobia menyebabkan ia khawatir secara berlebihan jika berada di luar ruangan. Namun, ketakutan tersebut membuat dirinya memutuskan untuk tidak terjebak dengan situasi dan memberanikan diri untuk menghadapinya. Ia membekali dirinya dengan semprotan merica, pluit, dan senter setiap beraktivitas di luar ruangan.

pasangan bertengkar

Ia pun menyadari rasa takutnya bisa saja dianggap tidak rasional, tetapi tidak bisa mengendalikan hal itu. Bahkan, sekeras apa pun mencoba untuk melupakan kejadian di masa lalu, ia tidak bisa menghindarinya karena itu merupakan bagian dari penyembuhan PTSD.

Ia memang mengalami PTSD dan hal tersebut sudah seperti bagian dari hidupnya. Namun, ia memilih untuk mengatasinya dan tidak membuat hidupnya hancur.

Jika Anda memiliki abusive relationship, meninggalkan pasangan merupakan satu langkah awal yang dapat menyelamatkan kesehatan mental Anda. Penyembuhan trauma yang Anda alami bukanlah sebuah proses linear.

pasangan bertengkar

Namun, jika Anda sudah dinyatakan menderita PTSD, cobalah untuk sabar, baik hati, dan lembut terhadap diri sendiri. Temukanlah kekuatan dan keberanian dalam menghadapi PTSD.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini