nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai Kasus Demam Babi Afrika, Kemenkes Imbau Terapkan PHBS

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 29 Desember 2019 11:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 29 481 2147102 ramai-kasus-demam-babi-afrika-kemenkes-imbau-terapkan-phbs-Ta4YpOhX6k.jpg Ilustrasi (Foto : Theguardian)

Kasus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika yang melanda sejumlah kawasan di Sumatera Utara, telah ditetapkan sebagai musibah nasional oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Penetapan ini menyusul matinya 34 ribu ekor babi sejak September lalu.

Seperti diketahui Demam Babi Afrika adalah penyakit virus yang menyerang babi dengan gejala demam, pendarahan internal dan tingkat kematian yang tinggi. Penyakit ini diklaim sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan babi atau produk babi yang terinfeksi.

Namun, hingga saat ini, belum ditemukan bukti bahwa virus ASF dapat menginfeksi manusia sejak pertama kali dilaporkan pada tahun 2007 silam.

Demam Babi

"ASF secara rutin ditemukan di beberapa negara Afrika. Tapi belum ditemukan bukti bahwa virus ini dapat menginfeksi manusia," tutur Dirjen P2P Kemenkes, Drg. Anung Sugihantono saat dihubungi Okezone via pesan singkat, Sabtu Desember 2019.

Lebih lanjut, Anung menjelaskan, sejak 2007, penyakit  Demam Babi Afrika telah menyebar di beberapa negara di Eropa dan Asia, termasuk China untuk pertama kalinya pada 2018. Sekarang penyebaran virus ASF diklaim sudah merambah Mongolia, Vietnam, Kamboja, Republik Rakyat Demokratik Korea, Republik Demokratik Rakyat Laos, Filipina, Myanmar, Timor leste, dan Republik Korea.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Peternakan RI, diminta untuk segera melakukan tindakan pencegahan, agar kasus ini tidak tersebar lebih luas. Menurut Anung, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan Kementan mengingat kasus ini sepenuhnya merupakan kewenangan mereka.

Demam Babi

"Bisa dengan memastikan tidak mengimpor babi hidup ataupun daging babi dari negara terdampak, juga memastikan pembuangan limbah makanan yang benar dari pesawat terbang, kapal atau kendaraan yang berasal dari negara-negara yang terkena dampak," tegas Anung.

"Serta mengawasi impor ilegal babi hidup dan produk babi dari negara-negara yang terkena dampak," tambahnya.

Tak hanya itu, bagi warga yang setiap hari berhubungan dengan ternak babi, mereka juga diminta untuk tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan.

Meski dilaporkan tidak menular pada manusia, virus ASF juga dapat memicu sejumlah masalah kesehatan, termasuk Hepatitis A.

Demam Babi

"Untuk peternak babi dan pengolah makanan yang mengandung daging dan produk babi dihimbau untuk berhati-hati dengan selalu menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dan memasak daging hingga matang," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini