nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Cangkok Ginjal, Tindakan Medis yang Akan Dijalani Yunahar Ilyas

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 12:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 03 481 2148822 mengenal-cangkok-ginjal-tindakan-medis-yang-akan-dijalani-yunahar-ilyas-frsV7kx2tu.jpg Ilustrasi. (Foto: Mymedholiday)

KETUA PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas meninggal dunia pada usia 63 tahun di RS Sarjito Yogyakarta, Kamis 2 Januari 2020 pukul 23.47 WIB saat persiapan cangkok ginjal.

Kabar duka ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman melalui website resmi Muhammadiyah. Dijelaskan, jenazah Yunahar Ilyas tiba di Musala PP Muhammadiyah Yogyakarta menjelang azan Subuh.

Dijadwalkan, jenazah Yunahar Ilyas dibawa ke Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta pada pukul 10.30 WIB untuk disalatkan dan pukul 13.00 WIB dilakukan prosesi pelepasan jenazah. Makam Karangkajen Yogyakarta akan menjadi lokasi peristirahatan terakhir salah seorang ulama besar Indonesia tersebut.

yunahar ilyas

Terlepas dari kabar duka ini, isu kesehatan Yunahar Ilyas memang tidak begitu terdengar luas. Sampai akhirnya tersebar informasi ini, baru diketahui bahwa almarhum memiliki masalah kesehatan pada ginjalnya.

Dilihat dari kacamata medis, ada alasan kenapa seseorang melakukan cangkok ginjal. Bisa karena gagal ginjal atau penyakit ginjal stadium akhir. Tindakan ini dipilih dengan maksud mengembalikan fungsi ginjal seperti sedia kala.

Dikutip dari laman Healthline, pasien yang akan melakukan cangkok ginjal, harus dipastikan sehat untuk menjalani operasi besar. Selain itu, pasien juga harus bisa menoleransi rejimen pengobatan seumur hidup yang ketat, setelah operasi transplantasi ginjal dilakukan. Pasien juga harus bersedia dan mampu mengikuti semua instruksi dari dokter dan minum obat secara teratur.

Pada dasarnya, cangkok ginjal juga tidak boleh sembarangan dilakukan. Ada beberapa kondisi yang membuat calon pasien transplantasi ginjal tidak berhasil dalam operasinya.

Hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien sebelum tindakan dilakukan. Kondisi kesehatan tersebut, seperti kanker atau adanya riwayat kanker, terjadi infeksi serius seperti TBC, infeksi tulang, atau hepatitis. Juga dengan pasien dengan penyakit kardiovaskular berat atau penyakit hati.

Dokter juga tidak menganjurkan Anda melakukan transplantasi jika Anda merokok, minum alkohol berlebihan, atau menggunakan obat-obatan terlarang.

Namun, bagi mereka yang dikatakan lolos untuk bisa melakukan transplantasi ginjal atau cangkok ginjal, pasien harus dievaluasi di pusat transplantasi.

cangkok ginjal

Evaluasi ini biasanya melibatkan beberapa kunjungan untuk menilai kondisi fisik, psikologis, dan keluarga pasien. Dokter juga akan melakukan tes darah dan urin. Tidak hanya itu, tim medis juga akan mengecek kesehatan pasien secara menyeluruh untuk memastikan apakah pasien cukup sehat untuk operasi.

Di beberapa rumah sakit, psikolog akan datang kepada pasien untuk memastikan pasien memahami dan mau mengikuti seluruh rangkaian rejimen pengobatan yang rumit. Nah, jika pasien dinyatakan 'lulus' untuk dilakukan cangkok ginjal, baru kemudian pencarian donor ginjal dilakukan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini