Share

3 Korban Banjir Meninggal Akibat Hipotermia, Begini Pertolongan Pertamanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 03 481 2148827 3-korban-banjir-meninggal-akibat-hipotermia-begini-pertolongan-pertamanya-BlyxbCqolM.png Pertolongan pertama pada hipotermia (Foto: Videoblocks)

BENCANA banjir yang terjadi di Jabodetabek menelan korban jiwa. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 16 orang meninggal akibat banjir dan tiga di antaranya akibat hipotermia atau kedinginan.

Hipotermia sendiri bisa terjadi akibat suhu tubuh tiba-tiba turun secara drastis. Dalam masalah ini, kondisi tersebut bisa terjadi akibat korban bersinggungan terlalu lama dalam air kemudian tubuh dalam kondisi keletihan.

Seseorang bisa dikatakan hipotermia salah satu tandanya adanya suhu tubuhnya ada di bawah 35 derajat Celcius, yang mana suhu normal tubuh manusia ada di angka 37 derajat celcius. Nah, ketika suhu tubuh sudah turun, maka ada baiknya jangan melanjutkan aktivitas yang memperparah kondisi.

Dijelaskan Praktisi Kesehatan dr Ari Fahrial Syam, SpPD, ada beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi hipotermia atau kedinginan ini. Pertolongan pertama yang paling mudah dilakukan adalah pastikan tubuh tercukupi oleh cairan. Ini berarti Anda mesti cukup minum.

"Dengan minum cukup, ini dapat mencegah kondisi semakin parah yaitu dehidrasi karena suhu tubuh terus mencari upaya untuk menghangatkan kembali secara alami," papar dr Ari pada Okezone melalui pesan singkat, Jumat (3/1/2020).

 Ilustrasi minum air hangat

Perlu diperhatikan, ketika Anda berada di suhu ruangan yang dingin, tubuh kadang tidak merasakan haus dan alhasil Anda menghindari minum. Padahal, kondisi seperti ini malah membuat kesehatan Anda semakin buruk.

Selain itu, Anda juga diharapkan untuk menghindari minuman yang mengandung kafein dan soda. Sebab, dengan mengonsumsi jenis minuman itu, dehidrasi akan semakin jelas terasa dan tubuh semakin tidak tahan terhadap dingin. "Gampangnya mengecek dehidrasi adalah melihat urin, kalau warnanya kuning banget, Anda mesti waspada dan segera mengonsumsi cairan bersih yang tidak mengandung soda dan kafein," tegasnya.

Dokter Ari menambahkan, ada tindakan lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi hipotermia karena banjir. Ulasannya dapat disimak dalam paparan berikut ini dan klik ke halaman selanjutnya.

1. Tutupi badan dengan jaket kering dan hangat

Tiada lain untuk mencegah udara dingin dengan menutupi badan agar udara dingin yang menyengat tidak lansung kontak dengan kulit. Gunakan jaket atau selimut yang dapat menutupi seluruh tubuh, diusahakan untuk menggunakan pakaian berlapis. Kemudian, gunakan tutup kepala tambahan, kaus kaki tebal, dan sarung tangan.

 Ilustrasi menghangatkan badan

2. Kenakan pakaian kering dan bersih

Diusahakan selalu menggunakan pakaiankering dan bersih. Jika Anda kehabisan persediaan, maka carilah di tempat pengungsian. Biasanya mereka memiliki beberapa persediaan pakaian bersih dan kering yang layak pakai.

3. Usapkan lotion supaya kulit tidak kering

Udara dingin yang menyengat dan langsung kontak dengan kulit akan menyebabkan kulit menjadi kering, oleh karena itu harus selalu mengolesi lotion pada kulit tangan dan telapak kaki agar kulit tidak mengering dan tidak menimbulkan luka.

Selain itu, pada bibir dan lubang hidung juga diusahakan untuk selalu diolesi krim yang diperuntukan untuk bibir dan hidung agar bibir tidak kering dan tidak menimbulkan luka yang pada akhirnya akan mengurangi nafsu makan. Dampak lain dari keringnya hidung adalah mimisan atau keluar darah dari hidung.

Ilustrasi pencegahan hipotermia

Sementara itu, ada cara lain yang direkomendasikan dr Ari dalam mengatasi hipotermia. Adalah memindahkan orang yang kedinginan ke lokasi yang lebih hangat dan kering, misal ke dalam ruangan yang bersih dan tertutup jika memungkinkan.

"Jika orang tersebut tidak dapat dipindahkan dari lokasi dingin karena situasi terjebak banjir, yang bisa dilakukan adalah dengan lindungi orang itu dari kedinginan dan angin sebanyak mungkin dengan selimut atau jaket tebal yang kering untuk menyelimuti seluruh tubuh orang tersebut kecuali wajah. Jika korban masih sadar, berikan minuman hangat dan bukan yang mengandung kafein yang bisa merangsang buang air kecil," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini