Share

5 Mitos Ini Masih Dipercaya saat Menolong Orang Hipotermia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 03 481 2148908 5-mitos-ini-masih-dipercaya-saat-menolong-orang-hipotermia-MmTuGNc5c3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PADA kasus banjir Jabodetabek, ada tiga orang hipotermia yang meninggal dunia. Penyakit ini memang menjadi ancaman serius bagi korban banjir.

Anda harus mengenal lebih jauh apa itu, termasuk mitos saat menolong orang hipotermia. Penyakit ini harus disikapi secara serius agar tak berdampak kematian.

Hipotermia adalah penyakit yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang di bawah 37 derajat Celsius. Ketika kondisi ini terjadi, maka sebaiknya Anda segera melakukan pertolongan pertama kepada orang hipotermia.

Sayangnya, dalam upaya yang dilakukan untuk menormalkan suhu tubuh, ternyata masih banyak mitos yang berkembang. Dilansir Okezone dari Outdoorlife, ada lima mitos yang masih dipercaya masyarakat ketika hipotermia terjadi. Apa saja mitos tersebut?

hipotermia

1. Minum alkohol bisa mempercepat tubuh kembali hangat

Alkohol sama sekali tidak memperbaiki kondisi hipotermia. Dengan minum alkohol, suhu inti tubuh Anda malah akan lebih mudah dingin, yang tentu berbahaya bagi kesehatan. Saat kedinginan Anda pun diminta untuk mengonsumsi cukup air, tapi pilihlah teh hangat atau cokelat panas.

2. Berjalanlah

Olahraga telah didokumentasikan sebagai penyelamatan nyawa dalam kasus-kasus hipotermia dekat. Tetapi hilangnya panas tubuh yang kritis, dapat mengakibatkan hilangnya ketangkasan, kondisi mental yang buruk, hilangnya kesadaran, dan semua jenis kecanggungan. Mencoba untuk jogging atau berolahraga keras, pasti akan membuat Anda semakin lelah.

Dengan begitu, Anda malah bisa sampai pingsan hingga bahkan patah tulang, pada situasi hipotermia. Daripada memaksa berkeringat dengan berolahraga, lebih baik mengenakan jaket super tebal dan kering. Lalu, pastikan Anda berada di ruangan yang hangat.

3. Tidur

Tidur dipercaya beberapa orang untuk menghilangkan rasa khawatir karena hipotermia. Padahal, itu adalah tindakan yang salah. Apalagi Anda tidur karena kondisi tubuh yang sangat kelelahan.

Perlu dicatat, kalau Anda merasa tubuh sangat lelah, selain itu menggigil, kebingungan, bicara cadel, mati rasa, dan merasa canggung, ini adalah tanda peringatan yang sangat serius.

Pada beberapa kasus, orang hipotermia meninggal dunia saat tertidur. Jadi, tetaplah buat korban hipotermia terjaga, selagi upaya penghangatan terus dilakukan.

4. Berendam di air panas

Menghangatkan kembali orang dengan hipotermia adalah metode utama yang dalat dilakukan. Tapi, jangan kemudian Anda menyuruh dia berendam di air panas. Hal ini akan sangat menyakitkan bagi kulit korban hipotermia, bahkan dapat menyebabkan serangan jantung.

Penghangatan eksternal aktif dapat dilakukan dengan mengaplikasikan benda hangat secara eksternal (seperti botol air panas di kedua ketiak). Sebaiknya hangatkan tubuh orang hipotermia dengan body-to-body. Ingat, jangan minta orang dengan hipotermia berendam air panas!

5. Orang hipotermia tidak diberi makan

Persepsi ini juga sangat keliru. Mungkin Anda beranggapan bahwa orang dengan hipotermia akan mual dan muntah, saat mereka memasukkan makanan ke dalam mulutnya, padahal ini salah.

Malah, orang dengan hipotermia ringan hingga sedang butuh asupan makanan, khususnya makanan dengan kalori tinggi. Pemberian makanan ini juga harus sedikit-sedikit dan teratur. Dengan masuknya makanan, tubuh akan mengalami pemanasan metabolik dan baik untuk pasien hipotermia. Jangan lupa untuk berikan air bersih yang hangat sebagai pelengkapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini