Tujuh Cara agar Lebih Bahagia pada 2020

Annisa Ratna Setiawati, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 03 612 2149064 tujuh-cara-agar-lebih-bahagia-pada-2020-AErn3QeNVt.jpg Lebih bahagia (Foto: Pixabay)

Anda bisa memprioritaskan kesehatan mental dan emosional agar lebih bahagia pada 2020 ini. Suasana hati banyak berpengaruh pada kehidupan Anda makanya kebahagiaan perlu dijaga.

Dilansir dari Huffpost, Jumat (3/1/2020), terapis merekomendasikan tujuh cara agar Anda lebih bahagia dalam menjalani hidup pada 2020. Meskipun bagi beberapa orang terkesan tidak realistis, tetapi mungkin saja cara ini dapat mengubah hidup Anda.

 Bahagia

1. Taklukanlah kecemasan Anda

Beri diri Anda motivasi untuk mulai menaklukkan ketakutan terbesar di tahun ini. Forrest Talley, seorang psikolog klinis mengatakan, "Carilah apa kecemasan yang menghambat Anda, dan berkomitmen untuk menghilangkan kecemasan tersebut."

Mungkin Anda memiliki ketakutan yang beragam, namun Anda bisa memantapkan niat yang nantinya akan Anda dapatkan sendiri hasilnya, ketika Anda sudah menaklukan kecemasan Anda. Talley menjelaskan, kebahagiaan bisa terhambat karena kecemasan diri Anda sendiri, maka mulailah menghapuskannya.

2. Tetapkan jadwal tidur yang cocok untuk Anda

Apakah Anda memiliki waktu yang optimal untuk tidur? Joanna Konstantopoulou, seorang psikolog dan pendiri Klinik Psikologi Kesehatan mengatakan, "Tidur nyenyak yang konsisten sangat penting, kurang tidur yang kronis adalah masalah besar. Tidak hanya mempengaruhi kesehatan psikologis tetapi juga memiliki dampak yang segnifikan untuk pikiran dan kesejahteraan."

Joanna menambahkan, "Mulailah langkah-langkah kecil dengan memberi waktu tidur yang masuk akal dan realistis. Cobalah tidur setengah jam sebelum waktu tidur Anda yang biasa secara terus menerus. Jika bisa, buatlah jurnal untuk melihat kemajuannya setiap hari."

3. Temukan dan prioritaskan perawatan diri yang cocok untuk Anda

Elena Touroni, salah satu pendiri The Chelsea Psychology Clinic, menyarankan untuk melakukan aktivitas kecil secara teratur. "Tujuan kesehatan mental yang berdampak besar adalah keseimbangan beban kerja dan kesenangan yang kita dapatkan. Ketika ada ketidakseimbangan, hal itu dapat menguras psikologis."

Anda bisa memulainya dengan sesi meditasi yang dilakukan setiap hari selama lima menit. Jika ingin lebih optimal, Anda bisa mencari pelatih pribadi atau meluangkan waktu untuk membaca dan melakukan hobi yang dapat menenangkan pikiran dan tubuh Anda.

4. Habiskan waktu 10 menit perhari di luar

Berjalan-jalan saat istirahat makan siang, habiskan beberapa menit minum kopi pagi di luar, latihan kecil seperti berlari, ataupun jogging. Anda tidak perlu waktu lama untuk itu.

Seorang psikiater, Michael Brodsky mengatakan, "Tahun ini, tanamkan tekat untuk menghabiskan banyak waktu di luar lebih banyak dari pada waktu di rumah. Penelitian di banyak negara menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di ruang hijau walau hanya 10 menit, dapat mengangkat suasana hati dan mengurangi kecemasan."

5. Katakan hal positif kepada diri sendiri

Roseann Capanna-Hodge, ahli kesehatan mental anak dan psikolog menyarankan untuk menanamkan kosa kata yang positif ke dalam pikiran Anda. Menurutnya, alih-alih selalu terpaku pada hal negatif, Anda bisa membalikkan katanya menjadi positif. Hal ini tentu saja dapat membantu untuk mengubah pola pikir Anda.

Pikiran positif bisa juga ditingkatkan dengan menyatakan satu hal yang Anda suka tentang diri sendiri ketika bercermin, daripada mencari-cari kekurangan diri. Hal ini mungkin terkesan cheesy, tapi layak untuk dicoba.

6. Mengurangi atau memberhentikan kebiasaan yang tidak sehat

Umumnya hal-hal buruk menjadi faktor terbesar untuk menyebabkan stres. Sarah C. McEwen, seorang psikolog kognitif, menyarankan untuk menguranginya atau menghentikan hal buruk tersebut.

Hal buruk itu bisa berupa kebiasaan, contohnya mengkonsumsi alkohol tinggi ataupun kafein yang berlebihan. McEwen menambahkan, "Semua hal tersebut akan membantu mengelola tingkat stress diri."

7. Hentikan pikiran negatif

Judy Ho, seorang neuropsikolog klinis dan forensik dan penulis 'Stop Self Sabotage' mengatakan, pikiran kita tidak selalu kenyataan. Terkadang, kita juga perlu menantangnya dan mengubah pemikiran.

Anda bisa memulainya dengan mengajukan pertanyaan sederhana pada diri sendiri, ketika Anda mulai menyalahkan diri. Ketika Anda memiliki pikiran negatif, tanyakanlah "Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah memang seperti itu?"

Seperti yang dikatakan Ho, tidak semua pikiran yang Anda pikirkan benar dan akan terjadi. Jika Anda meyakini pemikiran Anda yang negatif, hal itu juga akan mengubah pola pikir, dan tentu saja hal tersebut tidak baik untuk Anda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini