nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kecanduan Seks, Tak Perlu Malu! Segera Cari Bantuan Profesional Kesehatan

Tiara Syifa, Jurnalis · Minggu 05 Januari 2020 04:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 04 481 2149288 kecanduan-seks-tak-perlu-malu-segera-cari-bantuan-profesional-kesehatan-qs4JI0EqRp.jpg Ilustrasi merasa malu karena kecanduan seks (Foto: Flixya)

Setiap orang bisa saja mengalami kecanduan yang berbeda, mulai dari kecanduan makanan, nikotin, video game, atau kecanduan lainnya. Namun, ada satu kecanduan yang sering terlihat buruk di masyarakat, yaitu kecanduan seks.

Beberapa kasus kecanduan seks hanya memberikan dampak buruk bagi dirinya sendiri seperti terkena penyakit seksual. Namun ada juga kecanduan seks yang melibatkan dan berdampak kepada orang lain, dan hal inilah yang perlu segera mendapatkan penanganan dari profesional kesehatan.

 pecandu seks

Dilansir dari The Health Site, Ahli Kesehatan Seksual Dr Vijayasarathi Ramanathan mengatakan, kecanduan seks bukanlah sebuah fenomena baru karena sudah ada sejak zaman kuno dengan nama istilah nymphomania (istilah kecanduan seks untuk wanita) dan satyriasis (istilah kecanduan seks untuk pria).

Namun, sekarang ini semakin banyak kasus kecanduan seks atau perilaku yang berhubungan dengan seks. Lalu, apakah kecanduan seks merupakan sebuah gangguan mental?

Menurut Dr Vijayasarathi, memberikan label gangguan mental ke orang-orang yang memiliki kecanduan seks akan membuat dirinya enggan dan malu untuk meminta bantuan ke profesional. Tapi, kecanduan tetaplah kecanduan.

Kecanduan tersebut bisa menjadi sebuah perilaku yang bersifat adiktif. Tapi, hanya profesional saja yang bisa mengatakan seseorang mengalami perilaku adiktif atau tidak.

Beberapa perilaku adiktif hanya memiliki ketergantungan psikologis dan yang lainnya dapat memiliki implikasi fisik, mental, atau menyebabkan masalah hukum. Saat seseorang mulai merasakan kehilangan kendali terhadap dirinya, maka saat itulah harus mencari bantuan profesional.

Ketika seorang profesional mengevaluasi perilaku yang bersifat adiktif, penting untuk berfokus pada keparahan masalah yang dihadapinya dan dampak terhadap orang lain. Sebagai contoh, jika terdapat dua orang dengan kecanduan yang berbeda (kecanduan seks dengan kecanduan video game), keduanya harus dievaluasi secara klinis dan mendapatkan perawatan yang sama terlepas dari apa yang membuatnya kecanduan.

 

Apakah kecanduan seks bisa diobati?

Tentu bisa. Terapi perilaku kognitif dan wawancara motivasi adalah beberapa teknik atau terapi yang tersedia untuk membantu seseorang yang memiliki perilaku adiktif.

Seseorang yang memiliki masalah serius dengan kecanduan memerlukan pendekatan multidisiplin atau mendapat penanganan dari profesional kesehatan yang berbeda. Anggota keluarga dan dukungan sosial penting untuk membantu penderita. Selain itu, hal yang terpenting adalah penderita harus melibatkan dirinya sendiri dalam manajemen perawatan.

Lalu, apakah Anda seorang pecandu?

Untuk mengetahui hal tersebut, Anda bisa bertanya kepada diri sendiri. Apakah Anda memiliki kendali atas perilaku sendiri atau Anda yang dikendalikan oleh perilaku? Apa ada konsekuensi dari perilaku tersebut? Apakah perilaku tersebut bisa menyebabkan masalah?

Memang pertanyaan tersebut bukanlah bagian dari penilaian untuk mengetahui kondisi Anda sebenarnya, namun itu bisa menjadi dasar bagi Anda untuk memahami diri sendiri. Jika Anda ragu terhadap jawabannya, cobalah cari bantuan profesional untuk menguji apakah Anda memiliki ketergantungan atau kecanduan terhadap perilaku seksual tertentu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini