nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belajar Terlalu Keras Jelang Ujian Akhir, Bocah 13 Tahun Alami Radang Otak Parah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 15:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 07 481 2150219 belajar-terlalu-keras-jelang-ujian-akhir-bocah-13-tahun-alami-radang-otak-parah-1iaKCGKP3k.jpg Radang otak yang dialami bocah ini (Foto: Worldofbuzz)

BARU-baru ini seorang bocah berusia 13 tahun dari Kota Hengyang, Provinsi Hunan, China menggegerkan masyarakat. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah menderita radang otak yang parah karena melakukan sesi belajar secara intens.

Kabarnya bocah tersebut rela begadang untuk menyelesaikan 8 set kertas ujian tanpa berhenti untuk sekadar istirahat. Bagi seseorang hal ini mungkin terlihat hebat, tapi tidak untuk kesehatan tubuhnya, hingga bocah ini menderita radang otak.

 Bocah

Sebagaimana dilansir dari World of Buzz, Selasa (7/1/2020), bocah itu tidur larut malam setiap hari untuk belajar. Hal tersebut ia lakukan karena merasa tertekan untuk menghadapi ujian akhir yang akan datang.

Ketika orangtua menemukannya pada pagi hari, bocah tersebut menunjukkan tingkah yang aneh dengan terus berteriak. “Chong, datang dan makan ayam” meskipun tidak ada satu orang pun yang berada di tempat itu. Klik halaman selanjutnya untuk informasi lebih lengkap mengenai bocah yang menderita radang otak.

Orangtua yang khawatir dengan kondisi anak tersebut merasakan ada hal yang aneh dan segera membawanya ke rumah sakit. Setelah mengunjungi dokter, bocah yang belajar terlalu keras itu didiagnosa menderita ensefalitis reseptor NMDA yang parah.

Radang

Harvard Health menjelaskan bahwa penyakit ini adalah sejenis peradangan otak, atau juga dikenal sebagai penyakit autoimun. Penyakit ini terjadi ketika tubuh secara tidak terduga menghasilkan antibodi secara keliru.

Antibodi ini menyerang sel-sel otak yang sehat. Kondisi yang rumit dan jarang terjadi ini disebabkan oleh infeksi. Salah satu studi baru menyatakan bahwa stress dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit autoimun.

Seseorang yang didiagnosa dengan penyakit ini biasanya akan mengalami gejala seperti demam, kelelahan, dan delusi atau melihat serta mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Seperti halnya halusinasi.

Meski terlihat sangat mengerikan, para ahli mengatakan hal ini hanya akan terjadi jika seseorang secara rutin bekerja terlalu keras. Seseorang harus mengatur waktu istirahat secara teratur dan seimbang dalam belajat dan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar.

 Ilustrasi belajar terlalu keras

Cara tersebut dapat membuat otak seseorang menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk terus berfungsi secara optimal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini