Benarkah Obesitas Bisa Menular? Cek Fakta Ini!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 481 2150227 benarkah-obesitas-bisa-menular-cek-fakta-ini-g41DZPBwlJ.jpg Obesitas bisa menular? (Foto: Gnet)

Obesitas atau kegemukan terjadi ketika bobot badan Anda melebihi batas wajar. Obesitas terjadi biasanya karena tidak adanya kontrol asupan makanan yang masuk ke tubuh, selain itu tidak berolahraga.

Selain dua hal itu, Sosiolog Universitas Indonesia Roby Muhamad, PhD, menjelaskan bahwa obesitas itu bisa menular. Pernyataan yang mungkin langsung membuat dahi Anda berkerut, kan?

 Obesitas

Dijelaskan Roby, maksud dari obesitas dapat menular adalah ketika Anda memiliki teman atau kelompok yang memiliki orang dengan obesitas, secara tidak langsung itu akan memengaruhi Anda. Jadi, bukan suatu virus 'obesitas' masuk ke tubuh dan menularkan virus tersebut.

"Enggak ada itu yang namanya virus obesitas, tapi menular di sini berarti kebiasaan itu dilakukan juga oleh teman bahkan temannya teman. Kalau ditanya kenapa, sampai sekarang belum ada jawabannya," ungkap Roby.

Pengaruh di sini bisa dari bagaimana Anda memilih menu makanan dan minuman, tidak banyak melakukan aktivitas fisik, atau juga kebiasaan-kebiasaan lain yang meningkatkan risiko obesitas.

Proses penularannya pun harus dalam jangka waktu yang relatif sering. Ketika sudah sering melakukannya, itu akan dianggap wajar, dan masalah obesitas semakin di depan mata.

Selain obesitas, masalah lain yang banyak dipengaruhi oleh lingkungan adalah menjalankan pola hidup sehat. Ya, bukan hanya yang negatif yang menular, tapi hal positif juga menular. Walau pada kenyataannya hal negatif lebih mudah diterima.

Dalam konteks pola hidup sehat yang timbul karena lingkungan melakukan, Roby menjelaskan bahwa pengaruh dari microenvironmetn itu cukup kuat.

"Kelompok kecil ini melingkupi keluarga, sekolah, tempat kerja, atau tempat tinggal," kata Roby di acara konferensi pers Sun Life Resolution Run 2020 di Kuningan City Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Nah, karakter yang terbentuk pada microenvironment ini dipengaruhi pula oleh macroenvironment berupa sistem edukasi, kebijakan pemerintah, perkembangan industri, teknologi, dan lain-lain.

 Obesitas

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara menanamkan nilai baik seperti pola hidup sehat dalam suatu lingkup sosial agar menyebar luas?

Riset para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) menunjukkan komunitas berperan sebagai pemantik semangat dalam pengadopsian gaya hidup dan perilaku sehat di tengah masyarakat . Akan sangat sulit menerapkan pola hidup sehat, ketika kita berada di lingkungan yang tidak sehat.

Karenanya, komitmen yang dilakukan bersama melalui komunitas, menjadi cara efektif dalam proses menanamkan kebiasaan gaya hidup sehat.

 Obesitas

Lebih lanjut, Roby menerangkan bahwa agar penularan sosial atau difusi sosial dalam perilaku sehat dapat terjadi, yang juga perlu dilakukan adalah dengan membidik secara spesifik banyak komunitas dengan segmen yang berbeda-beda.

"Misalnya komunitas berdasarkan tempat tinggal, tempat kerja, hobi, atau profesi, sehingga penyebaran pemahaman dan kebiasaan hidup sehat dapat meluas hingga membentuk masyarakat yang lebih sehat," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini