nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gangguan Pola Makan Aneh, Perempuan Ini Kecanduan Makan Bedak Bayi Selama 15 Tahun

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 20:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 07 481 2150353 gangguan-pola-makan-aneh-perempuan-ini-kecanduan-makan-bedak-bayi-selama-15-tahun-Iyhus1M7H0.jpg Kecanduan bedak bayi (Foto: Yahoo)

SEORANG wanita asal Inggris dilaporkan mengalami gangguan pola makan yang sangat langka. Bagaimana tidak, alih-alih kecanduan makanan dan minuman lezat, Lisa Anderson malah kecanduan mengonsumsi bedak bayi hingga menghabiskan biaya lebih dari Rp147 juta

Dikutip Okezone dari Yahoo, Selasa (7/2/2020), Lisa Anderson telah mengalami kecanduan tersebut sejak tahun 2004 silam. Kejadian ini berlangsung secara spontan. Kala itu, Lisa tiba-tiba tertarik mencicipi bedak bayi saat sedang menaburkan benda tersebut kepada bayi laki-lakinya.

Sejak saat itu, ia pun memiliki kebiasaan memakan bedak bayi dengan porsi yang sangat banyak. Dalam sehari, Lisa bisa sampai 40 kali memakan bubuk putih itu. Akibat gangguan pola makan yang diidapnya, ia harus menghabiskan biaya sebesar Rp183 ribu per minggu untuk membeli bedak bayi.

Bedak bayi

Gangguan pola makan ini rupanya semakin bertambah parah. Dia memakan bedak bayi setiap 30 menit dalam sehari. Begitu pula saat malam tiba. Ia bisa bangun empat kali dalam semalam untuk memenuhi kebiasaannya itu.

Kepada media lokal, Lisa mengaku menutupi kecanduan tersebut selama lebih dari satu dekade. Ia tidak pernah menceritakannya kepada teman-temannya. Namun di awal tahun 2020, ia berhasil mengumpulkan keberanian untuk mendapatkan bantuan dari profesional.

Hasil laporan dokter, ibu lima anak ini memiliki gejala sindrom PICA yakni, gangguan makan yang ditandai oleh paksaan untuk memakan benda-benda non-makanan. Lisa pun tidak memungkiri bahwa kebiasaannya itu terdengar aneh bagi orang awam.

Bedak bayi

“Bedak bayi ini memiliki rasa seperti sabun. Aku bisa mengonsumsi lebih dari 200 gram dalam sehari. Tapi untuk botol berukuran besar, aku bisa mengonsumsinya dalam kurun waktu satu setengah minggu,” tutur Lisa.

Lisa mengatakan, pertama kali mengalami gejala sindrom PICA ini pada tahun 2004 lalu. Tepatnya beberapa hari setelah melahirkan anak kelimanya.

Seperti kebanyakan ibu, setelah memandikan anaknya, Lisa selalu menaburkan bedak bayi di tubuh putranya itu. Namun pada suatu hari, ia mencium bau yang sangat menyengat dari benda tersebut, hingga menimbulkan hasrat untuk mencicipinya.

“Aku ingat betul, saat itu aku benar-benar tertarik dengan baunya. Ada sedikit bubuk yang keluar dari bagian atas botol. Mendadak aku ingin memakannya dan tidak bisa melawan,” ungkap Lisa.

“Dulu aku hanya menjilatnya dari tanganku dan benar-benar menikmatinya. Rasanya sangat memuaskan dan sekarang aku tidak bisa hidup tanpa mengonsumsi benda tersebut,” kata Lisa.

Bedak bayi

Setelah 15 tahun berselang, Lisa akhirnya tersadar bahwa ia memberhentikan kebiasaan tersebut. Ia pun mulai melakukan riset kecil-kecilan di internet, dan memutuskan untuk pergi ke dokter umum.

“Aku hanya ingin meningkatkan kesadaran orang banyak. Aku menghabiskan waktu bertahun-tahun tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi. Tapi ternyata kebiasaan ini termasuk gangguan kesehatan,” tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini