Inovasi Peningkatan Layanan Kesehatan Peserta JKN-KIS di 2020

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 481 2150395 inovasi-peningkatan-layanan-kesehatan-peserta-jkn-kis-di-2020-057JjZM0bI.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) terus melakukan inovasi untuk memberikan pelayanan kepada para peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Lembaga tersebut mengandalkan teknologi mutakhir yang memudahkan peserta untuk melandapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes).

Pelayanan yang disiapkan untuk peserta JKN-KIS yakni mencakup pengecekan ketersediaan kapasitas tempat tidur di fasilitas kesehatan, mendaftar pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), hingga melihat jadwal tindakan operasi.

pelayanan kesehatan

Deputi Direksi Dewan Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan, Budi Mohamad Arief mengatakan, peserta JKN-KIS sampai sekarang sering mengeluhkan soal antrean. Sebagian besar keluhan yang datang adalah tidak tahu pasti kapan akan dilayani.

"Permasalahan ini kami akan bikin lebih mudah sehingga hasilnya bisa lebih dirasakan oleh peserta. Tahap awal kami akan menerapkan di 50 rumah sakit (trial) dan akan terus bertambah sepanjang 2020,” terang Budi dalam acara pengenalan Mobile JKN di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

Selain itu, kata Budi, pasien yang datang juga sering ditolak karena kamar yang tidak ada. Alhasil sering timbul perasaan diskriminasi antara pasien biasa dengan peserta JKN-KIS.

Adapun masalah lainnya yang sering dihadapi peserta JKN-KIS adalah penjadwalan yang diundur, sehingga pasien tak kunjung dijadwalkan mendapatkan tindakan.

Dalam menyelesaikan masalah antrean, BPJS Kesehatan akan menggabungkan sistem antrean FKTP dan FKRTL, yang terintegrasi lewat aplikasi. Begitu juga dengan display tempat tidur yang bisa diketahui langsung oleh peserta JKN-KIS.

“Dari aplikasi bisa melihat rumah sakit terdekat yang memiliki kamar dan masih kosong. Fungsinya untuk memastikan ada kamar tidur kosong. Bisa terlihat mulai dari VIP, kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 sisa berapa,” lanjutnya.

Untuk masalah jadwal tindakan medis, BPJS Kesehatan juga akan lebih menekankan kepada komitmen yang dikeluarkan rumah sakit. Jadwal tanggal tindakan operasi yang dikeluarkan, telah menjadi komitmen yang harus dipegang teguh oleh rumah sakit.

peserta jkn

Untuk masalah lainnya, ungkap Budi, juga menerapkan metode perpanjangan baru, khusus bagi pengidap penyakit katastropik. Metode ini berlaku khusus bagi pasien hemodialisa (cuci darah), agar tidak bolak-balik menuju faskes primer minta surat rujukan.

“Bagi pengidap katastropik perpanjang surat rujukan adalah masalah yang penting. Sekarang khusus pasien hemodialisa tetap perpanjang surat rujukan, tapi tidak harus minta ke faskes primer. Tinggal di-update langsung oleh petugas khusus rumah sakit,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini